Jasa Penulis Artikel

Pernah dengar kata pulp? Beberapa referensi mungkin mengatakan bahwa pulp adalah bubur kertas. Pernyataan tersebut memang hampir benar. Karena, pulp paling sering dijadikan bahan baku kertas. Lalu, apa itu pulp? apa saja jenis pulp dan bagaimana cara membuatnya?

Sebagai pengantar awal, kita akan berkenalan dengan apa yang dimaksud dengan pulp.

Apa itu Pulp?

Pulp adalah sebuah hasil dari pemisahan serat yang terdapat pada bahan-bahan berserat yang salah satunya adalah kayu. Serat kayu disini biasanya berwarna putih yang biasanya digunakan untuk membuat kertas, maka tidak heran jika banyak orang menyebut pulp sebagai bubur kertas.

Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam kayu, umumnya mengandung material berupa lignin dan selulosa. Selulosa inilah yang disebut dengan serat yang sebanyak mungkin diambil untuk dijadikan pulp. Agar bisa memperoleh serat, maka harus dilakukan proses delignifikasi, alias pemisahan komponen fiber alias serat dan lignin.

Jenis Jenis Pulp

Ditinjau dari jenisnya, pulp terbagi menjadi dua. Yaitu jenis pulp dengan serat pendek dan serat panjang. Pengelompokan ini berdasarkan material pembentuknya. Pulp serat pendek adalah hasil pengumpulan serat dari tanaman pendek, seperti rerumputan dan sisa-sisa pertanian. Sementara, pulp dengan serat panjang berasal dari kayu pohon.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa semua jenis tanaman sejatinya bisa dijadikan bahan untuk membuat pulp. Hanya saja, tidak semua tanaman memiliki kandungan serat yang lebih banyak.

Tanaman berkayu adalah jenis tanaman yang paling sering dijadikan bahan pulp. Selain itu, Indonesia dengan iklim yang mendukung, bisa menjadi lahan hutan kayu yang cukup luas. Dari banyaknya jenis kayu, kayu sungkai adalah yang paling mudah dijadikan pulp. Pasalnya, kayu sungkai mengandung sangat banyak komponen serat dengan material lignin yang lebih sedikit.

Kayu sungkai banyak ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Kalimantan, mengingat tanaman ini memang cukup mudah ditanam. Tak heran jika jenis pulp dari kayu sungkai menjadi bahan utama pembuatan kertas di Indonesia.

Pada umumnya, demi menjaga ekosistem dan lingkungan, hutan kayu yang dijadikan bahan pulp maupun kertas diisi dengan pepohonan yang memang disiapkan untuk ditebang. Jadi, tidak sembarang tebang. Lahan yang gundul pun akan dilakukan penanaman kembali, yang akhirnya menciptakan siklus produksi bahan baku pulp, yaitu kayu.

Proses Pembuatan Pulp

Untuk membuat pulp, ada beberapa metode yang biasa dilakukan. Proses pembuatan pulp bisa melalui proses mekanik, kimia, serta semi kimia. Mari kita bahas satu per satu.

1. Mekanik

Pembuatan pulp dengan metode mekanik merupakan hasil pengembangan dari E.G Kellen, seorang ahli teknik berkebangsaan Jerman. Metode ini mengharuskan kayu terlebih dahulu dihancurkan hingga menjadi lumpur. Proses ini berlangsung di dalam mesin penggilingan, di mana kayu akan dicampur dengan air agar proses pelumatan lebih mudah dilakukan.

Pada mulanya, proses produksi pulp secara mekanik ini kurang bisa menghasilkan kertas yang kuat. Karena, proses penggilingannya menyebabkan serat kayu tertarik, sehingga serat menjadi rusak.

Pada tahun 1970-an, ditemukan sebuah cara untuk membuat putaran mesin penggilingan lebih cepat, sehingga serat fisik kayu tidak rusak dan bisa menghasilkan pulp untuk kualitas kertas yang lebih kuat atau tidak mudah sobek.

2. Thermomekanik

Seperti namanya, proses ini menggunakan thermo alias suhu panas. Metode ini sebenarnya adalah modifikasi dari metode mekanik kuno. Caranya adalah kayu terlebih dahulu direbus atau dipanaskan pada suhu tinggi.

Suhu panas yang diserap oleh kayu membuat seratnya menjadi lebih lunak, sehingga lebih mudah dipisahkan pada proses mekanik. Alhasil, kualitas pulp menjadi semakin baik lagi. Sayangnya, metode ini membutuhkan daya yang luar biasa besar. Wajar saja, untuk mencapai suhu tinggi tentu dibutuhkan energi listrik atau pembakaran yang tak kalah besar.

3. Semikimia

Proses pembuatan pulp yang satu ini merupakan jembatan antara metode kimia dan mekanik. Caranya adalah, kayu terlebih dahulu diproses secara mekanik, seperti dipotong-potong atau dipanaskan. Kemudian, senyawa kimia akan dicampurkan dalam proses yang disebut dengan impregnasi atau penyerapan senyawa kimia oleh kayu.

Senyawa yang digunakan adalah larutan cair dengan komposisi natrium sulfat, soda abu, dan sulfit. Setelah senyawa tersebut berhasil diserap maksimal, kayu kemudian memasuki tahap mekanis seperti yang sudah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya.

4. Kimia

Proses pengolahan kayu menjadi pulp dengan metode kimiawi adalah yang paling optimal. Pasalnya, bahan-bahan kimia dengan mudah memecah lignin dengan serat yang dibutuhkan. Hasil pemisahannya sangat sempurna dan memiliki beberapa proses.

Pertama adalah proses soda. Pada tahap ini, senyawa NaOH menjadi larutan untuk memasak kayu pada kolom dengan tekanan tinggi. Setelah itu, NaOH dibuat menjadi pekat melalui proses evaporasi atau penguapan.

Proses kedua yang paling umum adalah proses sulfat. Proses produksi pulp yang satu ini juga dikenal dengan istilah pulp kraft. Sama seperti proses soda, proses sulfat juga menggunakan senyawa NaOH yang ditambahkan dengan Na2SO4 berbentuk bubuk.

Kedua senyawa tersebut kemudian direduksi menggunakan Na2S pada tungku pemutih, agar hasil pulp berwarna putih. Kualitas warna putih pada proses sulfat tergolong baik, karena pada tahap akhirnya menggunakan klorida sebagai penggumpal.

Demikianlah tadi, ulasan singkat yang semoga dapat menjelaskan tentang arti pulp, jenis pulp serta proses pembuatan pulp. Pulp sangat dibutuhkan sebagai bahan baku kertas.

Dewasa ini, seiring dengan pertumbuhan teknologi dan semangat untuk menjaga lingkungan, kertas mulai ditinggalkan, salah satu contoh sederhananya seperti banyaknya jasa penulisan artikel yang sudah tidak membutuhkan kertas. Dengan demikian, industri pulping mungkin akan terkenda dampaknya di kemudian hari.

Ini adalah artikel perdana kami dikategori kimia. Baca juga artikel menarik kami lainnya yang ada di kategori Materi Pendidikan

Penyedia layanan dan produk terkait digital marketing, utamanya pasa jasa penulisan artikel untuk strategi content marketing.

View Comments

There are currently no comments.
Next Post