300 Kata VS 500 Kata !! Mengetahui Jumlah Kata yang Ideal Dalam Konten Website

300 Kata VS 500 Kata !! Mengetahui Jumlah Kata yang Ideal Dalam Konten Website

Jawarakonten.com || Sebagai seorang praktisi digital marketing, tentu Anda sering mendengar perdebatan mengenai jumlah kata yang ideal dalam sebuah artikel daring.

Artikel panjang VS artikel pendek, 200 kata VS 500 kata, dan masih banyak lagi lainnya.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam pembuatan konten adalah “Berapa jumlah kata yang ideal artikel untuk website?

Sebuah pertanyaan yang tidak begitu penting dalam media cetak, namun akan menjadi hal yang sangat serius ketika sudah berkaitan dengan website.

Bahkan beberapa penulis artikel yang bekerja pada media cetak akan kaget dengan aturan mengenai jumlah kata yang akan di publish dalam sebuah website ini.

 

Awal Mula Perdebatan Mengenai Jumlah Kata

Perdebatan mengenai jumlah kata dalam sebuah artikel sebenarnya adalah upaya para pemilik website untuk melakukan optimasi SEO.

Dalam strategi marketing website, kita mengenal yang namanya SEO (SearchEnggine Optimization) yaitu upaya untuk mendapatkan pengunjung dari mesin pencari dengan cara menempati posisi teratas.

Setiap mesin pencari memiliki algoritma sendiri untuk menentukan mana website yang memiliki konten berkualitas sehingga layak ditempatkan pada urutan teratas.

Menurut Wikipedia, Algoritma adalah sebuah cara step by step yang digunakan untuk menghitung sesuatu. Algoritma dibuat untuk melakukan penghitungan, pemrosesan data, dan penalaran secara otomatis.

Perhatikan kata yang kami bold, penalaran secara otomatis.

Kami kira, inilah hal yang paling relevan dengan cara kerja mesin pencari. Jadi mesin pencari sudah menentukan seperti apa kriteria konten yang berkualitas, yang selanjutnya algoritma akan mencari konten yang paling berkualitas dari seluruh artikel yang ada di internet.

 

Artikel Panjang VS Artikel Pendek

Sama seperti dunia perpolitikan, dua hal ini juga memiliki penggemarnya masing-masing. Selama ini mereka melakukan debat, bahwa apa yang mereka yakini adalah yang paling benar.

Kubu artikel panjang meyakini kalau artikel yang terbaik adalah artikel yang panjang, sedangkan yang satunya artikel padat dan ringkas jauh lebih baik.

Baca Juga : Cara Membuat Konten Pilar yang Powerfull

Disini kami akan mengajak Anda untuk tidak ikut menjadi bagian dari kubu diatas, tapi kita akan berada di tengah-tengahnya.

Pertama kita harus meyakini kalau apa yang diyakini oleh masing-masing kubu adalah suatu hal yang memang benar dan sudah terbukti. Faktanya memang ada artikel panjang menguasai mesijn pencari, dan ada artikel pendek yang juga mengusai mesin pencari.

Faktanya memang mesin pencari memiliki penilaian bahwa artikel berkualitas ditandai dengan pembahasan yang lengkap. Dan konten dengan pembahasan lengkap dapat dilihat dari jumlah kata yang panjang.

Cara kerja algoritma memang berdasarkan logika, dan tentu saja ketika mesin pencari mendapati artikel dengan jumlah kata yang panjang, mereka akan mengindikasikan bahwa itu artikel berkualitas.

Namun panjang artikel bukanlah satu-satunya cara mesin pencari menentukan kualitas artikel, masih ada banyak hal lain yang menjadi penilaian mesin pencari. Hal ini bisa Anda lihat pada screnshot dibawah dimana artikel yang panjang justru dibawah dan yang pendek diatas.

artikel panjang vs pendek

Karakteristis Pembaca di Internet

Era digital memang menuntut semua hal dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, dan hal ini secara tidak kita sadari memberikan perubahan kepada cara kita mencari informasi. Fakta menunjukan bahwa orang yang mencari informasi di internet tidak membaca setiap kata dari yang mereka kunjungi.

Penelitian yang dilakukan oleh Neilsen adalah, hampir 79% orang akan memindai terlebih dahulu, jika menemukan kata yang mereka cari, mereka akan membacanya dengan serius.

Mesin pencari memiliki banyak cara untuk menentukan seperti apa artikel yang berkualitas, selain jumlah kata, mesin pencari juga menggunakan berapa banyak waktu yang dihabiskan oleh pengunjung sebagai salah satu ciri artikel berkualitas.

Artikel dengan jumlah kata yang panjang memang memungkinkan pengunjung untuk mebaca artikel jauh lebih lama, namun jika artikel itu tidak menarik, pengunjung akan meinggalkan website tersebut begitu saja.

Baca Juga : Rekomendasi Tool Plagiarsm Cheker Terbaik

Ini yang dinamakan bounce rate, jadi artikel yang panjang akan percuma jika memiliki bounce rate yang tinggi. Dari sini tentu saja Anda sudah dapat menarik kesimpulan kenapa ada artikel yang pendek namun berada di urutan teratas halaman pencari.

 

Jumlah Kata yang Ideal untuk Artikel SEO

JADI, Berapa jumlah kata yang ideal dalam artikel website? Beberapa praktisi SEO menyebutkan bahwa idelanya artikel website memiliki 300 kata, semakin panjang akan semakin baik.

Namun kami sendiri lebih mengutamakan kualitas artikel dari pada jumlah kata, memberikan informasi yang dibutuhkan pengunjung jauh lebih baik dari pada harus disibukan dengan jumlah kata.

jasa seo murah bergaransi halaman 1 google

Selain itu jumlah kata juga bukan satu-satunya yang menetukan urutan rangking sebuah website, melainkan seberapa lama waktu yang dihabiskan pengunjung dalam sebuah halaman lah yang berpengaruh siginifikan terhadap urutan tangking website tersebut.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI UNTUK MENDAPATKAN PENAWARAN MENARIK LAINNYA


WhatsApp chat Gratis Konsultasi Konten :)