Jawarakonten Penyedia layanan dan produk terkait digital marketing, utamanya pasa jasa penulisan artikel untuk strategi content marketing.

Apa itu Jurnalistik? 6 Tips & Cara Menulis Artikel Jurnalistik Yang Baik

3 min read

artikel jurnalistik

Menulis bukanlah perkara mudah, tapi juga tidak sulit untuk dicoba. Setiap jenis artikel memiliki karakteristik penulisan yang berbeda-beda. Kita harus bisa menyesuaikan gaya penulisan dengan jenis artikel yang hendak dibuat, tak terkecuali bagi artikel jurnalistik.

Sebelum menulis artikel jurnalistik, ada baiknya Anda mengetahui pengertian dan beberapa tips menulis jurnalistik agar artikel memiliki standar yang diharapkan dalam dunia jurnalistik.

Pengertian Jurnalistik

Jurnalistik adalah sebuah proses yang meliputi peliputan (mencari dan mengumpulkan bahan berita) reporting (melaporkan sebuah peristiwa dan kejadian), writing (penulisan berita), editing (penyuntingan nashkah berita), dan menyebarkar luaskan berita melalui sebuah media.

Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan jurnalistik sebagai berikut ini:

  • Jurnalistik adalah adjektiva, yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran, contoh penggunaan kata: hal itu melanggar kode etik jurnalistik.
  • Jurnalistik adalah kata benda dalam ilmu komunikasi yang berarti seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran.

Kode Etik Jurnalistik

Sama seperti profesi lainnya, seorang jurnalis juga memiliki kode etik yang dijadikan sebagai acuan mereka dalam memproduksi dan menyebarkan konten berita. Berikut beberapa kode edit jurnalistik:

  • Idependent, dalam artian seorang jurnalis harus bisa membuat berita yang akurat, berimbang, tidak bermaksud buruk, dan bukan merupakan sebuah pesanan dari lembaga lain.
  • Yang kedua adalah profesional, dalam artian setiap proses yang dilakukan harus berlandaskan profesionalisme (faktual, dapat dipertanggung jawabkan, menghormati ptivasi, etc).
  • Berimbang, yakni seorang jurnalis harus bisa membedakan antara opini dan fakta, dan tidak mencampur adukannya. Selain itu, seorang jurnalis juga harus menerapkan asas praduga tak bersalah.
  • Akurat, yakni seorang jurnalis tidak diperkenankan untuk membuat berita bohong, fitnah, sampai dengan cabul.
  • Tidak menyalah gunakan profesi, didalamnya termasuk tidak menerima suap.
  • Tidak menyebarkan berita berdasarkan diskirminasi SARA atau prasangka.
  • Menghormati kehidupan pribadi, kecuali atas nama kepentingan publik.
  • Segera melakukan permintaan maaf jika terjadi kesalahan peliputan, dan segera memperbaiki naskah berita.
  • Layani hak koreksi dan hak jawab secara proporsional.

6 Tips & CaraJitu Menulis Jurnalistik

Agar tulisan jurnalistik yang kita buat menarik, ada beberapa syarat yang harus kita penuhi. Sudah tidak sabar ingin mengetahuinya? yuk kita simak saja.

1. Penuhi Kode Jurnalistik

Hal pertama dan yang paling utama adalah memenuhi kaidah kode etik jurnalistik dalam setiap prosesnya, hal ini meliputi peliputan, penulisan, dan penyebar luasan berita.

Sebelumnya penting bagi kita untuk mengetahui definisi dari kode etik, yakni secara sederhana adalah sebuah acuan perilaku yang dianggap harus terpenuhi oleh mereka para pelaku profesional. Jika hal ini tidak terpenuhi, tentu saja anda bukan seorang jurnalis yang profesional.

2. informatif dan komunikatif

Artikel jurnalistik harus ditulisan secara informatif, artinya pembahasan tidak bertele-tele, melainkan langsung pada poin atau inti berita. Kalimat yang bertele-tele akan membuat pembaca merasa bosan dan beranggapan bahwa, tulisan tersebut tidaklah penting.

Selain itu, artikel juga harus bersifat komunikatif, artinya artikel harus bisa menjelasakan kepada pembacanya yang tidak menyaksikan kejadian secara langsung, tapi mereka bisa paham melalui artikel yang ditulis.

Oleh karena itu, kata yang dipilih juga harus singkat dan efektif agar pembaca mampu memahaminya dengan baik.

3. Logis dan masuk nalar

Kedua, cara menulis jurnalistik haruslah logis dan masuk akal. Penulis yang baik harus bisa menuliskan pembahasan secara logis dan masuk nalar agar pembaca juga dapat memahaminya, tanpa adanya gagal fokus.

Hal ini berkaitan erat dengan sebab akibat suatu peristiwa atau kejadian. Misalnya, pada kalimat “Banyak ibu rumah tangga yang keluar mencari pekerjaan sebagai wanita karir. Ini membuktikan bahwa para suami tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Apabila kita lihat seksama, atara kalimat pertama dan kedua tidaklah logis karena akibat yang dituliskan pada kalimat kedua tidak memiliki dasar dan tiba-tiba saja ditulis sehingga pembaca akan merasa bingung.

4. Akurasi

Artikel berita harus memiliki akurasi yang tepat, artinya kita membahasnya sesuai dengan fakta yang ada. Apabila suatu berita salah dalam memberikan fakta, maka bisa saja keadaan menjadi lebih buruk.

Lalu bagaimana tips menulis jurnalistik agar hasil karya kita memiliki akurasi tinggi? Setelah Anda mendapatkan berbagai informasi, pilah terlebih dahulu mana fakta yang sudah pasti dan mana fakta yang masih diragukan.

Jangan sembarangan menuliskan informasi, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu pada pemilik fakta agar tidak terjadi salah informasi.

Pastikan jika Anda telah menyuguhkan informasi secara benar, karena berita ini akan disuguhkan kepada khalayak umum. Jadi, akan sangat berbahaya jika Anda memberikan informasi yang salah.

Baca Juga : Tips Menulis Artikel Lomba Yang Baik dan Benar

5. Gunakan kata “Tidak” dan “Kecuali” dengan tepat

Sedangkan tips menulis jurnalistik yang keempat ini lebih kepada pemilihan kata yang tepat. Kejadian yang sering dialami oleh penulis artikel pemula adalah salah dalam menggunakan kata “Tidak” dan “Kecuali”.

Pemilihan kata menjadi bagian penting dalam menulis artikel jurnalistik, terlebih jika melibatkan kata “Tidak” dan “Kecuali”.

Anda harus meletakkan kedua kata tersebut pada posisi yang tepat agar tidak menyebabkan salah penafsiran. Dengan memperhatikan secara detail seperti ini, kami yakin suatu saat nanti Anda akan menjadi penulis artikel profesional.

Misalnya, untuk kata kecuali :

  • Saya bersedia makan apa saja, kecuali jengkol.
  • Kecuali jengkol, saja bersedia makan apa saja.

Kedua kalimat tersebut sebenarnya bisa dipakai dan mudah untuk dipahami.

Hanya saja, untuk kalimat pertama, kejernihannya masih kurang karena di awal kita mengatakan bahwa kita bisa makan apa saja, tapi kemudian dikecualikan jengkol.

Berbeda dengan kalimat kedua, kita sudah mengecualikannya di awal dan setelah itu menjelaskan bahwa kita bisa makan apa saja.

6. Pilih kata secara luwes

Setiap kata memiliki rasa tersendiri yang bisa disampaikan pada pembaca. Tips menulis jurnalistik kali ini berkaitan dengan pilihan kata. Pemilihan kata harus dilakukan dengan tepat dan umum agar bisa dipahami oleh kebanyakan orang.

Baca Juga: Apa itu Writers Block?

Sebagai contohnya, kata “mengatakan” memiliki padanan, menegaskan, menyebutkan, menyatakan, megungkapkan, menyampaikan dan lain sebagainya. Setiap kata tersebut memiliki tujuan dan maksud yang hampir sama, jadi pilihlah kata yang mendekati makna yang dicari.

Apakah menulis artikel jurnalistik itu sulit?

Sulit bagi penulis yang baru saja belajar. Jika anda masih kesulitan untuk menulis artikel jurnalistik, silahkan terapkan lima tips menulis jurnalistik di atas.

Selain itu Anda juga harus selalu mengasah kemampuan Anda dalam menulis, dan bukan tidak mungkin suatu saat nanti anda akan menjadi penulis artikel profesional.

Baca juga artikel menarik kami lainnya seperti cara membuat press release atau artikel lainnya di kategori Teknik Menulis

Jawarakonten Penyedia layanan dan produk terkait digital marketing, utamanya pasa jasa penulisan artikel untuk strategi content marketing.

Hak Cipta Dilindungi oleh undang-undang © 2020 jawarakonten.com

Powered by WordPress