Teknik Bucket Brigade Copywriting

Bucket Brigade Copywriting, Teknik Rahasia Hasilkan Tulisan Berkesan

Jika Anda adalah seorang penulis blog atau pembuat konten, akan ada titik dimana Anda merasa bingung:

mengapa ada penulis yang bisa menarik perhatian pembaca dengan maksimal sedangkan disisi lain tulisan Anda seolah-olah tidak ada yang tertarik untuk membaca, apalagi berkomentar”.

Mungkin ada sesuatu dalam artikel Anda yang kurang atau bahkan hilang, sehingga Anda tidak bisa membuat pembaca bertahan pada blog atau halaman.

Dan tentu saja ada sesuatu yang dilakukan penulis lain yang mungkin belum Anda lakukan.

Dan sesuatu itu mungkin saja teknik bucket brigade copywriting.

Apa itu Bucket Brigade Copywriting?

Istilah Bukcet brigade sebenarnya berawal dari para pemadam kebakaran zaman dulu yang membentuk rantai manusia dan saling menyalurkan ember (bucket) berisi air dalam memadamkan api.

Kemudian istilah tersebut diadaptasi oleh copywriters untuk digunakan dalam menyusun kata dan frasa yang bersifat seperti percakapan agar bisa membantu konten “tetap mengalir”.

Bukcet brigade bisa dibilang sebagai teknik copywriting yang berkesan atau ‘magnetik‘ karena bisa membuat pembaca tetap bertahan dan membacanya sampai akhir halaman.

Baca Juga: Ide Konten untuk Blog Perusahaan

Teknik ini awalnya digunakan pada konten penjualan seperti copy iklan, panding page, dan sebagainya agar orang-orang mau membacanya.

Tidak berhenti sampai disitu, bucket brigade saat ini juga ditemukan pada konten blog, hasil akhirnya tentu saja pengunjung akan tertarik pada setiap konten blog anda.

Maka dari itu, jika ada penulis yang mampu menarik perhatian pembaca dengan baik, mungkin saja mereka menggunakan teknik satu ini.

Beberapa contoh kata bukcet brigade seperti:

  • Inilah masalahnya:
  • Tapi tunggu, ada lagi
  • Ingin tahu bagian terbaik?
  • Ya, Anda membacanya dengan benar

Dan masih banyak yang lainnya.

Dengan adanya bukcet brigade copywriting, transisi antar paragraf atau kalimat tulisan menjadi lebih rapi dan lembut. Kata-kata ini bisa menyatukan setiap kalimat sehingga ketika pembaca membaca awal paragraf, mereka tidak bisa menahan untuk terus scroll ke bawah.

Apalagi jika ditambah dengan materi yang berkualitas, paduan teknik penulisan yang baik ditambah isi yang berbobot akan membuat pembaca lebih betah berada di website Anda.

Apa yang terjadi jika Anda menerapkan teknik copywriting yang berkesan seperti ini?

Jika pengunjung sudah mulai membaca, maka mereka tidak akan bisa berhenti membaca sebelum mencapai akhir halaman tersebut.

Tetapi ada alasan lain mengapa banyak bloggers suka menggunakan bucket brigade. Yaitu, bucket brigade juga bagus untuk SEO.

Orang-orang tentunya lebih suka membaca konten atau tulisan yang bernilai atau berbobot, bukan? Jika orang membaca keseluruhan tulisan Anda, maka akan semakin lama waktu yang dihabiskan mereka dalam halaman Anda.

Hal itu juga menandakan semakin baik kualitas konten Anda. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa mesin pencari juga berpikir demikian dalam merangking website.

Maka dari itu, bucket brigade copywriting bisa bermanfaat dalam menaikkan rangking website Anda.

Teknik Bucket Brigade Copywriting pada Konten Website

Jika Anda kebingungan tentang bagaimana menerapkan teknik copywriting yang mengalir seperti ini, sebaiknya simak post berikut ini.

Bucket brigade adalah teknik copywriting yang bisa Anda gunakan dimana saja dalam tulisan Anda.

Tetapi ingat, bucket brigade yang digunakan dalam konten penjualan belum tentu bisa digunakan untuk blog Anda. Disini, Anda akan menemukan berbagai kata yang bisa Anda gunakan.

Anda tinggal memilih tipe bucket brigade yang Anda inginkan, pilih kata atau frasa atau buat sendiri yang mirip, kemudian masukkan dalam tulisan Anda. Case Closed !!

1. Openings atau Pembukaan

Kesan pertama tentulah penting. Dan bukan menjadi rahasia lagi kalau penulis sebagaiknya menghadirkan bagian terbaik untuk pembukaan. Ini bisa menjadi lead magnet dari konten yang Anda buat.

Jika pembaca sudah tertarik pada pembukaannya, hampir bisa dipastikan mereka akan meneruskan untuk membaca. Dan bucket brigade bisa Anda gunakan untuk hasilkan lead yang berkesan.

a. Mulai dengan Pertanyaan

Tidak masalah Anda memulai tulisan Anda dengan sebuah pertanyaan. Dengan adanya pertanyaan, pembaca tidak akan melepaskan tulisan Anda sebelum mereka mendapatkan jawaban. Pada akhirnya mereka akan terus membaca.

Misalnya dengan menggunakan kalimat seperti ini:

Pernahkah Anda bertanya-tanya________? Ingin tahu mengenai_______? Ingin tahu sebuah rahasia? Pernahkah Anda menemukan diri Anda_______? Bagaimana jika Anda bisa________?

b. Atur ‘Adegan’

Teknik yang juga meminjam dari cara menulis fiksi ini, yaitu “mengatur adegan” bisa Anda gunakan untuk menghadirkan pembukaan yang baik.

Mengatur ‘adegan’ atau scene dapat memenuhi keinginan pembaca akan hiburan. Pembukaan yang seperti ini dapat mengubah tulisan Anda menjadi sesuatu yang memiliki pengalaman emosional yang kuat.

Anda dapat membangun imajinasi pembaca. Kata-kata yang digunakan seperti: Bayangkan, Pikirkan ini untuk sesaat, Anda mulai khawatir jika, Anda berada dalam persaingan tanpa akhir, atau lain sebagainya.

c. Masuk dalam Pikiran Pembaca

Empati adalah kunci untuk masuk ke dalam pikiran pembaca. Dengan empati, Anda menunjukkan bahwa Anda mengerti perasaan mereka, Anda juga merasakan kesedihan mereka, rasa frustrasi mereka, atau kesedihan dan rasa sakit.

Anda pernah berada di situasi yang sama dengan mereka. Maka dari itu, pembukaan seperti ini yang menyatakan bahwa Anda benar-benar tahu bagaimana perasaan mereka.

Beberapa contoh yang saya maksud seperti:

Kita semua pernah merasa, Saya mengerti perasaan, Biarkan saya menebak, Akuilah bahwa, Anda telah mendengar saran ribuan kali, dan lain sebagainya.

d. Memanggil Perhatian

Anda bisa langsung menggunakan kata-kata yang memanggil perhatian pembaca. Seakan-akan tulisan Anda mengatakan pada mereka untuk membacanya karena ada hal penting yang ingin diberikan.

Dengan demikian, orang-orang akan mencari tahu apa hal tersebut.

Contoh kata-kata yang bisa digunakan seperti: Dengarkan, Berita besar: Lihat ini: Faktanya, Pertanyaan:

2. Transisi

Setelah Anda menangkap perhatian pembaca, kini saatnya untuk terus mempertahankannya dan jangan sampai lepas. Frasa berikut ini dapat membantu agar tulisan Anda menjadi lebih menarik.

Namun ini tidak mudah, disisi lain Anda harus mulai menuangkan materi berbobot yang sudah Anda siapkan dengan menggunakan teknik yang kita pelajari disini. Dibutuhkan proses belajar yang tentu saja tidak singkat sampai Anda mahir membuat tulisan seperti ini.

Biasanya, beberapa bagian dalam transisi hanya mengikuti apa yang sudah digunakan pada opening.

a. Menjawab Pertanyaan Anda Sendiri

Jika pada opening Anda membuka dengan pertanyaan, maka pada bagian transisi Anda boleh menggunakan bagian ini, yaitu menjawab pertanyaan yang sudah Anda lontarkan.

Teknik ini juga dikenal sebagai hypophora.

Beberapa bucket brigade coprywriting yang menggunakan teknik ini adalah: Itu benar, Anda bisa mengatakannya sekali lagi, Tidak! Sayang sekali, Benar sekali dan masih banyak lainnya.

Namun, tentu saja Anda harus menyajikan beberapa alasan setelah memberikan jawaban tersebut.

b. Penggambaran Sebuah Momen

Jika lead yang Anda gunakan bukan pertanyaan, pada bagian transisi bisa memilih untuk lebih memperjelas penggambaran moment, meskipun hal ini juga bisa Anda terapkan untuk lead berupa pertanyaan.

Anda bisa menyelipkan kata-kata yang menyatakan sebuah momen, yang juga bisa membantu Anda sebagai penulis atau storyteller melukiskan sebuah gambar.

Beberapa kata yang dimaksudkan: Boom! Disitulah Anda. Dalam titik ini Anda menyadari bahwa, Itulah ketika Anda tahu bahwa Untuk pertama kalinya bagi Anda, dan lain-lain.

c. Tanyakan Pertanyaan Lain

Agar magnetik yang kita ciptakan tetap ada, Anda bisa menggunakan pertanyaan lagi. Entah itu pertanyaan retorika atau kombinasi pertanyaan dan jawaban seperti sebelumnya.

Kumpulan kata yang bisa digunakan seperti: Masih belum yakin? Apa yang membuat ini begitu spesial? Terdengar aneh? Tidak juga. Mengapa saya harus mengatakan ini? Terdengar luar biasa, bukan?

d. Langsung Mulai

Pada pembukaan, Anda telah memaparkan tujuan tulisan Anda, membangun antisipasi pembaca, memberi ekspektasi, dan memberi bayangan apa yang ada selanjutnya.

Tetapi kemudian Anda harus mulai masuk ke bagian selanjutnya. Frasa berikut ini memberi signal bahwa Anda mengakhiri pembukaan Anda dan mulai masuk bagian selanjutnya.

Sederhananya disini kita memperjelas kepada pembaca untuk segera memulai perbincangan sesuai materi dengan harapan audience akan lebih fokus untuk membaca.

Beberapa contoh kata yang bisa Anda gunakan seperti:

Jadi, mari mulai, Dan disinilah kita, Mari saya tunjukkan kepada Anda, Biarkan saya menjelaskan, Mari lihat lebih dalam, atau kata-kata yang lain.

e. Gunakan Konjungsi

Konjungsi adalah kata atau kumpulan kata yang berguna untuk menggabungkan kalimat dengan kalimat sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa konjungsi sederhana yang sering digunakan:

Disamping itu, Meskipun demikian, Dengan kata lain, Jadi, Pertama, dan konjungsi-konjungsi lain yang banyak jumlahnya.

e. Disjunct

Jika sebelumnya Anda menggunakan konjungsi untuk menggabungkan kalimat, Anda juga bisa menggunakan disjunct. Disjunct adalah kata atau kalimat yang terdengar lebih menyeramkan dari sebenarnya.

Kata-kata ini bisa mengekspresikan nada atau cara berbicara penulis.

Disjunct bisa membuat suatu kalimat lebih nyaman dibaca dan bisa terasa seperti sebuah percakapan. Beberapa contoh yang saya maksud seperti:

Sayangnya, Sebenarnya, Sejujurnya, Pada dasarnya, Yang paling penting, adalah contoh-contoh dari disjunct.

f. Jeda untuk Berpikir

Ketika Anda memberi jeda, Anda memberi waktu kepada pembaca untuk bernapas sebelum mereka melanjutkan.

Ini tidak hanya membuat tulisan menjadi lebih menarik, namun juga membuat pembaca lebih mudah mencerna apa yang kita sampaikan.

Hasil akhirnya materi dapat diserap dengan baik dan tidak ada pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya sudah Anda sampaikan melalui tulisan.

Kata-kata berikut ini bisa memberikan kesan jeda pada tulisan Anda yaitu:

Pikirkan tentang ini, Dengan kata lain, Pernahkah Anda berpikir mengapa bisa demikian? Pikirkan dengan cara seperti ini, Bayangkan saja, dan banyak kata lainnya.

g. Menambah Informasi Tambahan

Menambah informasi tambahan dapat menambah impact pada pembaca. Kata-kata ini dapat menambah beberapa detil tanpa kehilangan pandangan tentang tujuan sebenarnya.

Kata-kata yang bisa Anda gunakan seperti:

Sebelum kita bahas lebih lanjut, Tetapi pertama mari, Kembali ke hal yang sudah dikatakan sebelumnya, Teruskan membacadan saya akan, atau Sebelum saya membaginya dengan Anda, dan lain-lain.

h. Berikan Solusi

Pembaca suka tulisan yang menawarkan solusi atas permasalahan mereka. Jika Anda bisa melakukannya, Anda dapat meninggalkan kesan yang lebih kuat.

Beberapa cara yang bisa membuat tulisan Anda menjadi problem-sloving adalah:

Jadi, apa jawabannya? Kenyataannya, Faktanya, Jawabannya mungkin mengejutkan Anda, Biarkan saya menjelaskan, dan sebagainya.

i. Buat jadi Lebih Sederhana

Orang-orang juga menyukai hal yang lebih sederhana karena mereka telah menjalani hari-hari yang sibuk, rumit, dan melelahkan.

Apalagi jika target market Anda orang yang sudah dewasa atau pembisnis, mereka cenderung tidak mau menghabiskan waktu untuk membaca suatu hal yang tidak ada manfaatnya.

Pembahasan yang lebih sederhana akan membuat mereka tertarik kepada pembahasan Anda, dan kemudian hari percaya dengan blog Anda secara keseluruhan.

Beberapa contoh yang bisa Anda gunakan seperti:

Itu sederhana, Mudah, bukan? Ini lebih mudah dari yang Anda pikirkan, Yang perlu Anda lakukan hanyalah, Bagian ini sebenarnya mudah, atau kata-kata lainnya.

j. Tambahkan Peringatan atau Perintah

Peringatan atau warning berguna untuk mengingatkan pembaca dari kesalahan yang biasa terjadi. Beberapa kata atau frasa yang bisa digunakan seperti Ingat, Jangan lupa, atau sekadar Peringatan: itu saja.

Selain memberi peringatan, Anda juga bisa menambahkan kata-kata yang berupa perintah. Perintah umum digunakan agar membuat pembaca Anda melakukan sesuatu.

Beberapa contoh adalah: Hal pertama yang dilakukan adalah, Yang harus Anda lakukan, Jangan lakukan itu, Terus lakukan hingga, Buat daftar hal-hal yang, dan masih banyak lainnya.

3. Endings atau Penutup

Tentu teknik bucket brigade copywritingjuga mencakup bagian akhir dari sebuah konten. Penutup juga memberikan kesan mendalam bagi pembaca terhadap tulisan Anda selain pembuka.

Karena selain pembukaan, bagian penutup juga paling banyak menyita perhatian pembaca.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberi kesan yang baik bagi pembaca adalah sebagai berikut.

a. Kesimpulan

Formula penulisan yang digunakan sejak dulu dan terus berlanjut hingga sekarang adalah adalah seperti ini:

  • Katakan apa yang ingin Anda katakan pada mereka.
  • Jawaban dari judul yang Anda tulis.
  • Katakan kembali (mempertegas) apa yang baru saja Anda sudah katakan pada mereka.

Hal tersebut juga baik untuk sebuah postingan di blog. Jadi ketika Anda sudah selesai, Anda dapat merangkum apa saja yang sudah Anda katakan sebelumnya.

Beberapa kata yang menunjukkan rangkuman adalah: Kesimpulannya, Pendeknya, Jadi, apa maksud semuanya ini? atau mungkin Untuk merangkumnya, dan lain sebagainya.

b. Buat Mereka Beraksi

Jika Anda ingin pembaca mengikuti apa yang Anda tulis, maka katakan. Beberapa kata terakhir dalam tulisan Anda bukanlah sebuah akhir namun sebuah awal.

Karena apa yang dilakukan pembaca setelah membaca tulisan Anda juga penting. Apalagi jika Anda mau membuat konten sales, ini adalah bagian yang tidak boleh Anda lupakan.

Maka tambahan kata berikut: Mulailah beraksi, Lakukan sekarang juga, Buat hal itu menjadi kenyataan, Sekarang adalah giliran Anda untuk, atau lainnya.

Sama halnya ketika Anda meminta agar pembaca tidak lupa membagikan tulisan Anda, memberi komentar, atau berbagai hal lain yang Anda inginkan agar mereka lakukan.

c. Tinggalkan Mereka dengan Berpikir

Beri pembaca Anda pertanyaan, peringatan, tinggalkan mereka dengan perasaan tegang, atau hal lain apapun itu sehingga pembaca Anda akan berakhir dengan berpikir.

Dengan demikian, mereka tidak akan cepat lupa dengan tulisan Anda.

Beberapa contoh kata yang bisa digunakan seperti:

Pilihan ada pada Anda, Jadi apa yang Anda tunggu? Jangan biarkan diri Anda menjadi seperti ini, Percayalah semua itu pantas dilakukan, Dan bukankah ini yang Anda inginkan? atau kata-kata lain yang bisa Anda buat sendiri.

Kesimpulan

Karena kita sedang membahas bucket brigade copywriting, tentu saja saya juga menggunakan teknik ini dalam tulisan yang Anda baca saat ini, dan untuk penutup saya memilih untuk menghadirkan kesimpulan, hehehe..

Ingat: Contoh-contoh diatas hanyalah sebagian dari banyaknya bucket brigade copywriting. Ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas tulisan Anda, termasuk membuat kata bucket brigade sendiri.

Anda juga tidak harus selalu mencari tahu tentang bucket brigade. Anda juga bisa mempelajari berbagai teknik copywriting lain yang bisa Anda gunakan untuk konten blog.

Jadi begitulah.

Anda sudah tau bagaimana cara agar pembaca bisa tetap bertahan dengan tulisan blog. Anda sudah tahu apa itu teknik bucket brigade copywriting lengkap dengan bagaimana cara menggunakannya.

Baca Juga: Kriteria Konten Website Berkualitas

Sekarang, tinggal praktikan dalam tulisan Anda. Seperti yang saya lakukan dalam tulisan ini.

Jika anda tertarik untuk menghadirkan artikel berkualitas, gunakan vendor penulis artikel dari Jawarakonten. Kami juga memiliki layanan jasa copywriting untuk hasilkan sales page berkonversi tinggi.

Pembaca yang baik akan selalu meninggalkan komentar, kritik, dan saran.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website *