cara memilih influencer atau key opinion leader

Cara Memilih Influencer atau Key Opinion Leader

Trend dunia marketing terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Teknik pemasaran konvensional mulai ditinggalkan karena ada teknik lain yang terbukti mampu menggerakan jarum di lapangan dengan biaya yang lebih murah. Dalam hal ini, influencer sering dipilih sebagai salah satu cara marketing yang efektif.

Berbicara mengenai influencer sebenarnya berhubungan erat dengan Key Opinion Leader (KOL).

Lalu KOL itu sebenarnya apa sih? yuk berkenalan dengan istilah satu ini.

 

Apa itu Key Opinion Leader (KOL)?

Selama ini mungkin kamu bertanya-tanya mengenai arti dari KOL, apa itu Key Opinion Leader?

Menurut Wikipedia, Key Opinion Leader (KOL) adalah orang atau pihak yang dipercaya memiliki pengetahuan terkait bidang tertentu dan mampu memberikan efek posistif terhadap perilaku konsumen.

Secara sederhana, kita bisa mengartikan Key Opinion Leader sebagai orang yang memiliki pengaruh kuat dalam sebuah circle.

Jika kita bekerjasama dengan mereka, harapannya campaign yang kita buat bisa diterima oleh circle dari KOL tersebut.

 

Bagaimana dengan Influencer??

Lalu apa itu influencer?

Apa bedanya Influencer dengan Key Opinion Leader?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, yuk kita cari tahu arti dari kata Influencer.

Influencer adalah pihak yang memiliki audience (dalam sosial media bisa follower) dan orang tersebut memiliki pengaruh yang kuat dari para audience-nya.

Jadi apa bedanya dengan KOL?

Dua istilah ini sebenarnya memiliki makna yang sama, perbedaan hanya terletak pada penyebutan istilah saja.

 

Alasan Memilih Influencer

Jika Anda membaca artikel kami sebelumnya tentang “Cara Membangun Brand Awareness” tentu Anda sudah tahu pentingnya bekerjasama dengan influencer dalam strategi marketing.

Tidak hanya memperkenalkan produk, influencer juga bisa memperkuat kesadaran merek produk Anda.

Sudah banyak pihak yang memanfaatkan influencer marketing, hal ini bisa kita lihat dari sebuah artikel di emarketer.com yang menyebutkan kurang lebih 50% para pembisnis di Amerika Serikat pada 2017 lalu memilih untuk melakukan investasi pada influencer marketing.

Emarketer, dilain artikel juga menyebutkan hal tersebut tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, bahkan untuk cakupan Global, sebanyak 80% dari keseluruhan sudah memiliki rencana untuk melakukan satu campaign dengan memanfaatkan influencer.

Apakah itu berhasil?

Pertanyaan yang bagus, untuk mengetahui apakah marketing influnecer layak atau tidak untuk dilakukan, kita bisa melihat hasil dari mereka yang sudah menerapkan.

Dan fakatanya, lebih dari 80% pihak yang menggunakan strategi ini mengaku influnecer marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang cukup efektif.

Kerjasama dengan KOL terbukti mampu meningkatkan interaksi pada konten yang mereka buat yang pada akhirnya memicu terjadinya transaksi.

Beberapa ahli juga sepakat mengenai hal ini.

Neilsen pada tahun 2015 memberikan statment bahwa pemasaran paling efektif adalah pemasaran yang dilakukan oleh mereka yang kita kenal dan memiliki kemampuan, sehingga timbul rasa percaya.

Penerapan strategi influencer marketing kian populler seiring meningkatnya penggunaan sosial media. Bahkan sudah ada yang mempredisikan kalau pada tahun 2020 nanti, pasar influencer akan meningkat menjadi $10 miliar, tentu ini bukan angka yang kecil.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sejak hadirnya sosial media, cara memilih Key Opinion Leader menjadi lebih mudah karena kita bisa langsung mengamati audiens atau follower dari influencer yang akan kita pilih.

Dan yang lebih menggembirakannya lagi, sosial media memberikan kita pilihan untuk menggunakan influencer mikro dimana efek dari kerjasama ini jauh lebih murah namun tetap efektif.

 

Jenis-jenis Influencer

Tugas seorang influencer adalah untuk memperkenalkan produk atau menciptakan word of mount diantara pengikutnya.

tips memilih influencer

Seberapa banyak audiens yang dimiliki adalah salah satu tolak ukur yang bisa kita gunakan untuk menentukan tipe influencer.

Jika dalam sosial media, hal ini erat kaitannya dengan follower. Ada empat jenis influencer, dan berikut pembahasannya:

  • Mega Influencer: ini adalah tingkat tertinggi, jumlah pengikut lebih dari satu juta, dan biasanya adalah orang terkenal. Tidak ada ada spesifikasi khusus terkait keahlian yang dimiliki, biasanya mereka hadir dali golongan dunia hiburan. Jangkauan dari mega influencer sangat luas, namun dalam hal mempengaruhi, tipe influencer ini masih kalah dengan micro influencer.
  • Macro Influencer: dibawah mega ada macro influencer, banyak pihak yang menyebutkan kalau macro influencer ini adalah orang yang memiliki pengikut antara 100.000. Namun cukup sulit untuk mengkategorikan figure kedalam kategori macro atau mega influencer, karena memang tidak ada ukuran pasti.
  • Micro Influencer: diurutan yang ketiga ada micro influencer yang biasanya memiliki follower antara 1.000 sampai dengan 100.000 dan memiliki kegemaran yang sama. Berbeda dari dua tipe sebelumnya, si micro influencer ini lebih terkenal karena keahlianya dibidang tertentu. Hubungan atau interaksi mereka dengan pengikutnya juga lebih baik dibandingkan dengan dua tipe sebelumnya. Karena mereka terkenal spesialis topik tertentu, tentu saja dalam hal mempengaruhi pengikutnya, mereka lebih baik.
  • Nano Influencer: dan tingkatan paling bawah ada Nano Influencer, yaitu seorang yang memiliki follower antara 1.000 pengikut dan hanya terkenal dalam sebuah lingkungan kecil dia sendiri.

 

Cara Memilih Influencer atau Key Opinion Leader

Seperti yang kita ketahui, salah satu tujuan dari kerjasama dengan Key Opinion Leader adalah untuk menciptakan word of mount, atau bahkan sampai viral di sosial media.

Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah, namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

Maka dari itu, sebelum memilih seorang KOL, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana cara memilih influencer yang baik dan benar.

Lalu bagaiaman tips memilih influencer yang sesuai dengan kebutuhan marketing produk?

Berikut ada beberapa kita yang bisa Anda gunakan untuk menentukan mana yang terbaik Anda saat ini.

cara memilih influencer atau key opinion leader

1. Kenali Audience Anda

Kami pernah menerbitkan artikel tentang cara melakukan riset terhadap konsumen, dimana kami mengajak Anda untuk mencari tahu demografi dari target market Anda.

Dan tips memilih Key Opinion Leader yang pertama adalah dengan mengetahui audience yang akan Anda sasar.

Ini penting untuk kita lakukan agar kedepan kita lebih mudah dalam memilih siapa influencer yang paling sesuai dengan produk kita.

Kami yakin Anda tidak akan kesulitan untuk menentukan seperti apa karakteristik demografi dari audience Anda.

 

2. Lihat Jumlah Pengikutnya

Kedua Anda juga harus melihat jumlah follower dari influencer yang hendak Anda ajak kerjasama.

Hal ini dilakukan agar Anda bisa mengetahui estimasi mengenai seberapa banyak audiens yang bisa dijaring ketika Anda bekerjasama dengan Influencer tersebut.

Namun Anda perlu waspada juga dengan pengikut palsu mengingat akhir-akhir ini banyak pihak yang melakukan jual beli follower.

Influencer yang memiliki follower palsu tentu tidak baik untuk strategi influncer marketing ini.

 

3. Perhatikan Engagement

Lanjut pada cara memilih influencer yang baik dan benar tahap ketiga, yaitu melihat hubungan dari influencer dengan para pengikutnya atau yang biasa disebut sebagai Engagement.

Sebenernya ini juga bisa kita gunakan untuk mengetahui apakah para follower yang dimiliki si KOL organik atau hasil dari beli.

Lalu bagaimana cara melihat Engagement dari Influencer?

Anda bisa membandingkan antara follower yang dimiliki dengan like, komen, dan share pada setiap konten yang mereka bagikan.

Seorang influencer yang baik, kontennya pasti akan selalu ramai dengan perbincangan dari para followernya.

 

4. Cari yang Relevan dengan Usaha Anda

Diawal tadi kita sudah mengajak Anda untuk mengetahui karakter demografi mengenai audience Anda. Sekarang, gunakan hal tersebut untuk memilih influencer yang paling relevan dengan usaha Anda.

Ini untuk memastikan bahwa setiap konten yang dilempar akan bisa diterima baik oleh pengikut dari influencer.

Misalkan produk yang ingin Anda pasarkan adalag Gitar, maka infleuncer yang paling tepat adalah pemain musik yang menggunakan gitar atau gitaris dari sebuah band.

 

5. Lihat Konten yang Mirip dari Influencer

Untuk memastikan relevansi antara influencer dengan produk Anda, Anda bisa melihat konten atau postingan dari influencer yang mirip dengan produk Anda.

Cara memilih influencer ini untuk memastikan bahwa nantinya konten akan mendapatkan banyak perhatian.

Misalkan untuk contoh kasus yang sama seperti diatas, taruhlah produk Anda gitar, lalu Anda bisa melihat postingan terkait gitar dari influencer tadi.

Kalau ada, lihat seberapa banyak Engagement dari postingan tersebut. Dan sini dapat kita asumsikan bahwa hasil kerjasama ini nantinya akan menghasilkan reaksi yang sama dengan hal tersebut.

 

6. Lihat Riwayatnya

Dewasa ini Netizen semakin pintar,kita harus tahu fakta itu agar penggunaan marketing influencer memberikan manfaat yang posistif.

Sudah banyak orang yang mengetahui mengenai strategi marketing influencer, sehingga ketika ada seorang yang memposting konten bersifat promo, mereka tidak akan langsung mempercayainya, melainkan bertanya-tanya terlebih dahulu apakah itu benar atau tidak.

Dan cara memilih influencer yang terakhir adalah dengan melihat seberapa banyak mereka melakukan kerjasama.

Akan semakin bagus jika sang influencer juga memiliki filter ketika akan bekerjasama, biasanya infleuncer seperti ini sangat dipercaya oleh pengikutnya.

Selain itu, dalam tahap ini Anda juga harus memastikan kompetitor dari usaha Anda tidak pernah melakukan kerjasama dengan infleuncer tersebut.

 

Tips Memaksimalkan Kerjasama dengan Influencer

Tentu Anda menginkan agar kerjasama dengan influencer ini bisa berjalan dengan baik, minimal ada pergerakan signifikan entah berupa Brand Awareness atau peningkatan transaksi.

Setelah Anda menemukan influencer yang tepat, Anda juga harus memastikan bahwa konten yang dilempar kepada audiens nanti tepat sasaran.

Anda harus sadar bahwa infleuncer hanya sebagai mediasi agar orang diluar sana mengetahui produk Anda, dan ini dilakukan melalui konten yang akan di posting oleh influencer.

Istilah konten adalah raja merupakan hal yang selama ini menjadi pegangan para pelaku internet marketing, dan kami rasa hal tersebut tidak berlebihan.

Khusus untuk mega influencer, macro infleuncer, dan micro infleuncer, ada baiknya Anda juga memperhatikan apa konten yang akan digunakan.

Jika anda kesulitan dengan pembuatan konten, anda bisa menghubungi Jawarakonten yang memang menghadirkan jasa penulis artikel.

Sedangkan untuk nano infleuncer, kami lebih merekomendasikan konten dibuat oleh infleuncer sendiri karena bagaimanapun mereka adalah orang yang paling mengerti mengenai karakter demografi dari para pengikutnya.

 

Kesimpulan

Cara memilih influencer memang bisa menjadi salah satu strategi jitu untuk memperkenalkan produk atau usaha. Micro infleuncer adalah tipe yang paling banyak dipilih pembisnis karena mampu menekan biaya dengan hasil yang cukup bagus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website *