Closing Cerdas : Berpromosi Dengan Teknik Story Telling

Berpromosi Dengan Teknik Story Telling

Closing Cerdas : Berpromosi Dengan Teknik Story Telling

Closing Cerdas : Berpromosi Dengan Teknik Story Telling

 

Jawarakonten.com || Mungkin tidak banyak dari kalangan blogger yang menggunakan tulisan bergaya strory telling. Tidak mudah, ribet, bla bla bla…. adalah sekian alasan yang membuat orang enggan membuat tulisan dengan gaya story telling.

Tapi, tahukah Anda bahwa sekarang ini tulisan dengan teknik story telling serin digunakan perusahaan untuk memasarkan produknya. Kenapa? Karena beberapa tulisan yang viral di media sosial akhir-akhir ini menggunakan gaya ini. Dengan iklan story telling diharapkan produk yang di pasarkan juga bisa viral dan berhasil melakukan closing.

Lalu apasih sebenarnya story telling itu?

Pengertian Artikel Story Telling

Apa itu story telling? Secara sederhana story telling adalah sebuah tulisan yang dibuat dengan cara bercerita.

Sebenarnya cara seperti ini sudah biasa dilakukan, namun masih banyak orang yang tidak paham. Salah satu contoh sederhana yang bisa kita lihat adalah pada saat sebuah seminar dimana pembicara mulai menceritakan pengalaman jatuh bangun sebelum ia sukses.

Audiens yang memang sudah tertarik dengan karakter pembicara dibuat semakin tergila-gila dengan perjalanan sulitnya meniti karier pembicara.

Berpromosi Dengan Teknik Story Telling

Banyak orang yang bilang bahwa melakukan promosi produk dengan gaya story telling cukup efektif untuk sekarang ini. Penggunaan media sosial yang begitu masif dapat membuat tulisan menjadi viral dan akhirnya dapat mempengaruhi banyak orang untuk menggunakan produk yang di promosikan.

Baca Juga : Strategi Pemasaran Website Yang Powerfull

Kenapa berpromosi dengan teknik story telling menjadi efektif untuk sekarang ini? kita bisa menyimpulkan hal ini dari sebuah hal sederhan yang biasa kita lihat. Pada saat Anda menonton televisi dan ternyata masih iklan, apakah Anda akan terus menontonnya?

Hampir 70% akan mengganti chanel. Hal seperti ini terjadi pada media teleisi. Bagaimana jika terjadi pada media lain seperti berjualan di media sosial atau website? Konten yang bersifat iklan sudah pasti akan banyak dilewati oleh orang yang melihatnya.

Dan salah satu cara untuk membuat orang excited untuk berhenti dan mau membaca iklan, kita bisa menggunakan gaya story telling ini. Iklan dibuat dengan gaya testimoni, penulis adalah orang ketiga yang menikmati manfaat dari produk tersebut.

Misalnya seperti ini.

saya 2 tahun yang lalu adalah wanita yang gendut dan memiliki kulit kusam. Cemooh dari orang yang melihat adalah hal biasa. Tapi semanjak saya rajin olahraga dan rutin minum susu gajah (anggap ini produknya), perlahan saya mulai mendapatkan tubuh yang ideal. Bye-bye tubuh gendut”

Jika Anda dihadapkan pada tulisan seperti ini, apakah Anda sadar bahwa ini adalah bagian promosi yang dilakukan oleh pemilik produk?

Tidak, hampir sebagian besar orang tidak akan sadar mengenai hal ini. dan sekarang Anda sudah bisa menyimpulkan, apakah berpormosi dengan gaya story telling wort it untuk dilakukan? Anda tahu jawabannya.

Cara Membuat Story Telling

Lalu bagaimana cara membuat copy iklan dengan cara story telling? Mari kita bedah formula dari tulisan yang sudah kami berikan diatas.

saya 2 tahun yang lalu adalah wanita yang gendut dan memiliki kulit kusam”.

Ini adalah cara untuk menentukan karkter utama dari tulisan yang dibuat. Pembaca diarahkan untuk mengetahui bahwa orang yang bercerita disini memiliki karakter “wanita gendut dan memiliki kulit kusam”.

Baca Juga : Tips Ampuh Atasi Writer Block Saat Menulis

“Cemooh dari orang yang melihat adalah hal biasa”.

Bagian kedua ini adalah rintangan atau hal sulit yang dialami pemeran utama. Fungsi dari tulisan tersebut untuk memberikan efek dramatis pada sebuah iklan copy. Semakin besar tantangan, biasanya pembaca akan lebih tertarik untuk terus menyimak tulisan.

“Tapi semanjak saya rajin olahraga dan rutin minum susu gajah (anggap ini produknya)”

Saatnya Anda mengenalkan produk tanpa terlihat promosi. Cara yang kami gunakan disini adalah dengan menambahkan kata “rajin olahraga” sehingga pembaca tidak sadar bahwa sebenarnya tulisan tersebut dibuat untuk promosi produk tersebut.

“perlahan saya mulai mendapatkan tubuh yang ideal. Bye-bye tubuh gendut”

Ini adlaah tujuan atau pesan yang disampaikan. Disini penulis ingin mengatakan bahwa wanita tubuh gemuk dua tahun lalu sudah berubah jadi wanita cantik yang langsing dan disukai banyak orang.

Penulis Artikel Seo Murah terbaik untuk weviste dan blog

Ini hanyalah sebuah teknik penulisan, namun hal yang paling penting sebenarnya adalah kualitas produk Anda sendiri. Tanpa produk yang berkualitas, Berpromosi Dengan Teknik Story Telling akan cepat diketahui pembaca dan akhirnya tidak ada gunanya. Selalu ingat bahwa klik bait hanya akan membuat pembaca kecewa.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


WhatsApp chat WhatsApp