Teknik SEO

Apa itu Google AMP? Cara Menggunakan AMP [+Keuntungan]


Internet saat ini bisa dikatakan sebagai sebuah kebutuhan. Sebab, segala hal nampaknya harus berkaitan dengan internet. Anda bisa bergaul, mencari informasi, bahkan berbelanja hanya dengan berbekal internet saja. Seiring dengan perkembangan jaman, smartphone pun menjadi sebuah hal wajib ketika akan mengakses internet.

Berbicara tentang mengakses internet secara mobile melalui smartphone dan tablet, tentunya ada banyak faktor yang memengaruhi kecepatan untuk memuat halaman di internet. Sebut saja kecepatan data internet provider hingga kekuatan sinyal.

Nah, Google sebagai instansi terdepan dalam dunia internet, memiliki perhatian khusus akan hal tersebut. Google berupaya agar internet sedapat mungkin sangat ramah dan nyaman diakses melalui perangkat smartphone dan tablet. Oleh karena itu, pada tahun 2016 lalu Google merilis sebuah fitur yang disebut dengan Accelerated Mobile Pages atau yang singkat disebut dengan Google AMP.

Pengertian dan Sejarah Singkat AMP

Google AMP pertama kali muncul ke permukaan pada bulan Oktober 2015 silam. Fitur tersebut adalah sebuah tindak lanjut dari hasil pembicaraan antara Google dengan partner mereka di Digital News Initiative dan juga beberapa perusahaan teknologi dan penerbit terkemuka di dunia. Mereka mendiskusikan ide tentang bagaimana sebuah situs dapat memiliki pengalaman yang lebih cepat untuk dimuat, sehingga membuat pengunjung tak perlu menunggu lama untuk membaca konten yang disediakan.

Saat itu, sekitar 30 perusahaan berita dan teknologi, seperti Twitter, Pinterest, LinkedIn, dan masih banyak lagi, sepakat untuk menjadi kolaborator dalam pengembangan AMP.

Baca Juga: Daftar Situs yang Menerima Guest Post Gratis

Selang beberapa bulan saja, AMP resmi digunakan pada situs pengguna pada bulan Februari tahun 2016. Saat itu, Google menampilkan versi AMP pada pencarian teratas versi mobile saja. Namun, pada September 2016, fitur AMP bisa terhubung dengan konten pencarian utama di situs mobile. Di bulan yang sama, Microsoft mengumumkan dukungannya untuk AMP pada aplikasi Bing untuk sistem operasi iOS dan juga Android.

Februari tahun 2017, setahun setelah resmi diluncurkan, Adobe melaporkan bahwa halaman situs terkemuka di Amerika Serikat yang didukung dengan fitur AMP mendapatkan 7% traffic lebih banyak.

Jika merujuk pada Wikipedia, AMP adalah sebuah proyek sumber terbuka alias open source, yang dibuat untuk meningkatkan performa sebuah situs saat dibuka melalui perangkat bergerak, khususnya smartphone dan tablet.

Teknologi AMP memungkinkan website dapat dimuat dengan lebih cepat. Untuk meningkatkan kecepatan dan fungsionalitas sebuah halaman, AMP menggunakan HTML yang lebih sederhana dan dipadukan dengan CSS yang juga begitu sederhana. Hasilnya adalah pengalaman browsing yang lebih cepat, namun tidak menghilangkan peluang revenue bagi pemilik situs.

Sejatinya, developer website dengan jam terbang tinggi pun bisa melakukan hal tersebut lewat optimalisasi kinerja HTML dan CSS. Namun, bagi pemilik situs, hal itu membutuhkan uang yang juga sangat besar. Oleh karena itu, AMP memungkinkan optimalisasi tersebut dapat dicapai tanpa perlu mengubah web utamanya.

Fitur AMP memunginkan halaman untuk tidak menunggu gambar atau file yang berukuran besar untuk dimuat seutuhnya. Hal ini bisa terjadi karena AMP hanya mengeksekusi JavaScript asynchronous. Sehingga, sejak awal peramban atau browser akan bisa membaca berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk memuat seisi halaman dengan tepat.

Fitur AMP juga hanya menjalankan GPU-accelerated animations. Dengan demikian, kerja komputer pada media pengakses dapat bekerja lebih ringan. AMP membuat komputer dapat menentukan prioritas yang paling penting untuk dimuat.

Cara Menggunakan Google AMP

Karena AMP merupakan sebuah fitur, maka ia tak bisa berdiri sendiri. AMP merupakan bagian dalam bahasa program yang ada di balik sebuah situs atau halaman internet. Pada dasarnya, ada tiga Langkah sederhana untuk menggunakan AMP, yaitu:

1. Membuat Template Halaman AMP

Perlu diingat, tidak semua website perlu menggunakan AMP, kamipun tidak menggunakan AMP karena beberapa pertimbangan, salah satunya agar halaman related post tetap tampil. Selain itu, AMP hanyalah meringkas bahasa program sebuah website agar memungkinkan dibuka dengan lebih cepat. Jika sejak awal Anda merancang website yang ringan, maka AMP tidak begitu dibutuhkan. Sebaliknya, jika website Anda nantinya akan berisi banyak foto, video, dan semacamnya maka fitur AMP bisa membuatnya lebih cepat dimuat oleh pengunjung situs.

Baca Juga: Cara dan Strategi Optimasi SEO Lokal untuk Bisnis Kecil

AMP mengintegrasikan banyak platform. Anda bisa memilih berbagai manajemen konten yang mendukung AMP. Anda juga bisa mengolah sendiri HTML website yang sudah ada ke dalam format AMP. Terkhusus untuk anda yang menggunakan wordpress, anda bisa menggunakan plugin AMP, Google bersama dengan beberapa pengembang pernah menerbitkan plugin ini bernama AMP Project. Namun jika anda menggunakan custm CMS, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat template halaman AMP adalah:

  • Pastikan template yang dibuat cocok dengan spesifikasi AMP. Spesifikasi tersebut tersedia lengkap di halaman spesifikasi AMP.
  • Ketika merancang halaman sebuah situs, Anda harus memastikan segalanya tetap sederhana.
  • Sertakan link navigasi landing page pada logo, gambar, atau pun teks.
  • Jika Anda tetap ingin menampilkan iklan pada situs AMP Anda, maka iklan-iklan tersebut harus dimigrasikan terlebih dahulu menggunakan AMP-Ad Component.
  • Terakhir, validasi halaman situs AMP. Tahap validasi ini sangat penting. Karena, jika ada satu kesalahan atau peringatan saja, maka website tidak bisa tayang dan diakses. Anda bisa melakukan tools validasi seperti Alat Uji Coba Data Struktur

2. Tayangkan Situs

Setelah template AMP sudah divalidasi, maka situs sudah bisa tayang dan diakses. Anda bisa memasang AMP pada satu atau dua halaman pada situs Anda. Dengan begitu, Anda bisa melihat bagaimana performanya saat diakses melalui perangkat mobile. Anda pun dapat mengetahui di halaman mana AMP lebih efektif digunakan.

Google butuh waktu 1 sampai 2 hari untuk mengindeks halaman AMP Anda. Maka, biarkan halaman tersebut tetap tayang setidaknya dalam waktu satu bulan sejak pertama kali tayang. Sepanjang waktu tersebut, Anda akan mendapatkan data yang berguna untuk halaman tersebut berdasarkan traffic yang masuk.

3. Pantau

Langkah terakhir adalah Anda tinggal memantau halaman atau situs yang menggunakan fitur AMP. Sistem AMP analytics sedikit berbeda dengan Google Analytics. Anda bisa menggunakan fitur analytic dari pihak ketiga untuk memantau aktivitas situs dan halaman AMP Anda.

Baca Juga: Panduan dan Cara Optimasi SEO Onpage Terlengkap

Tracking halaman yang menggunakan AMP ini pada akhirnya dapat menentukan seberapa efektif penggunaan Google AMP untuk situs atau halaman Anda. Fleksibilitas pada AMP juga memungkinkan bagi Anda untuk memodifikasinya, untuk menerapkan fitur yang sama pada halaman lain yang dirasa lebih membutuhkan traffic.

Keuntungan Menggunakan Google AMP

Fitur AMP memang lebih ditujukan untuk para pengguna. Namun demikian, pengalaman pengguna alias user experience yang baik pada sebuah situs, tentu menjadi nilai tambah yang sangat baik bagi pemilik situs. Pertanyaan yang selanjutnya tentang Google AMP adalah seberapa banyak keuntungan penggunaan Google AMP dari sisi pemilik situs?

Keuntungan pertama adalah pengunjung dapat memiliki ikatan yang lebih baik. Ketika pengguna merasakan betapa cepatnya sebuah halaman dimuat, maka ia akan betah berlama-lama di situs tersebut.

Sebagai contoh jika AMP digunakan pada halaman situs jual beli. Para pengguna dapat menemukan apa yang mereka cari secara instant. Sehingga mereka akan terus mencari lebih detail informasi-informasi terkait yang tersedia di sana. Karena mendapat informasi yang banyak, pengunjung akan merasa teryakini sehingga melanjutkan proses pencarian informasi ke proses pembelian.

Selain itu khusus untuk publisher, penggunaan AMP juga memberikan peluang revenue yang lebih besar karena halaman dapat diload dengan sempurna. Berhubungan dengan keuntungan pertama tadi, pengunjung akan berada di halaman atau situs AMP milik Anda dalam waktu yang lebih lama.

Setiap detik tambahan waktu yang dibutuhkan untuk memuat sebuah halaman, berpotensi merugikan revenue hingga 12%. Dengan menerapkan AMP pada situs atau halaman Anda, maka persentase tersebut bisa dikonversi menjadi keuntungan.

Ketika mengadopsi fitur AMP, Anda juga dapat mengurangi kerumitan dalam mengelola situs Anda. Sebab, template AMP dibuat sesederhana mungkin, sehingga Anda bisa mengonversi semua arsip Anda yang akan muncul di halaman internet. Apalagi, jika Anda menggunakan CMS populer seperti WordPress atau Drupal. Anda tak perlu keahlian khusus tentang optimalisasi bahasa program, sebab CMS yang berkolaborasi dengan AMP sudah memiliki formatnya sendiri.

Satu lagi yang juga menjadi keuntungan menggunakan AMP adalah, situs Anda lebih berpeluang muncul di kolom pencarian teratas Google. Hal ini bisa terjadi karena algoritma yang diterapkan oleh Google adalah respon dan kecepatan sebuah situs yang selama ini kita kenal sebagai core web vital. Semakin baik nilai kecepatan sebuah situs, maka ia kan mendapatkan ranking yang lebih baik di halaman hasil pencarian Google.

Baca Juga: Strategi dan Teknik SEO Modern yang Masih Work

Sebagai kesimpulan, Google AMP adalah sebuah fitur yang memiliki peran untuk mengoptimalisasi sebuah situs atau halaman di internet. Dengan menggunakan fitur ini, pemilik situs dapat mempertahankan durasi kunjungan sekitar 30% hanya dengan menyingkat waktu memuat halaman dalam 3 detik saja. Terang saja jika dikatakan AMP secara drastis dapat meningkatkan performa situs atau halaman yang diakses menggunakan perangkat mobile, terutana smartphone dan tablet.

Teknik SEO
40+ Situs Menerima Guest Post Indonesia Gratis & Berbayar [PENULIS TAMU]
Teknik SEO
Tips Jitu Optimasi SEO untuk Website Baru
Teknik SEO
Apa itu SEM? Manfaat Search Engine Marketing untuk Bisnis + Contoh