Cara Menulis Artikel SEO Friendly 2019 dan Contohnya

17 Cara Menulis Artikel SEO Friendly 2019 dan Contohnya

Jawarakonten.com – Cara menulis artikel adalah topik yang paling banyak ditanyakan oleh para penulis pemula, baik mereka yang berniat untuk bergabung dengan Jawarakonten maupun mereka yang akan memesan artikel.

Bagi beberapa orang, menulis artikel memang bukanlah perkara yang mudah, meskipun mereka memiliki topik yang akan dibahas, namun membuat artikel dengan alur menarik, enak dibaca dan mudah dipahami adalah hal yang sulit untuk dilakukan.

Belum selesai dengan pembuatan alur yang menarik, kita masih harus dipusingkan masalah SEO.

Memang ada beberapa orang yang menyarankan untuk melupakan SEO ketika menulis artikel. Namun bagi saya sendiri hal itu tidak bisa dihilangkan karena bagaimanapun SEO memiliki peranan penting, yaitu bisa menghadirkan trafik secara organik.

Kalau sudah seperti ini, yakin mau melupakan SEO?

Ketika hal itu kamu lakukan, kamu juga harus siap dengan konsekuensinya, yaitu website tidak memiliki trafik sebaik ketika kita memperhatikan SEO.

Dalam artikel kali ini saya akan mengajak kamu untuk membahas tentang artikel SEO, didalamnya akan ada banyak hal mulai dari kesalahan yang sering dilakukan dalam pembuatan artikel, bagaimana cara menulis artikel dan contohnya.

Ada 17 point yang akan saya sampaikan, tentu saja akan sangat panjang. Jika kamu sedang buru-buru atau sibuk, sebaiknya bookmark terlebih dahulu, baca pada saat kamu sedang santai.

Sudah siap? Yuk kita mulai dari kesalahannya terlebih dahulu.

Kesalahan Fatal dalam Menulis Artikel

Ada beberapa kesalahan fatal dalam menulis artikel, agar kamu tidak mengikuti kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ini, simak dibawah ini.

  • Salah Memilih Topik

Sangat sering saya menjumpai beberapa website yang artikelnya tidak memiki satu ceruk khusus, alis website gado-gado.

Sebenarnya gak ada masalah jika anda ingin membuat blog gado-gado alias topiknya campur aduk, namun akan lebih bagus jika kamu mengambil satu niche khusus yang spesifik.

Apalagi jika website itu adalah website perusahaan, akan jauh lebih baik jika setiap topik yang dibahas masih relate dengan layanan perusahaan.

Artikel-artikel dengan topik spesifik seperti ini akan memberikan nilai tambah pada halaman lain, atau bahkan layanan yang kamu hadirkan.

Alasan ini jugalah yang membuat saya harus menyisihkan waktu untuk menulis pembahasan kali ini, karena jawarakonten sendiri adalah vendor penulis artikel.

  • Salah Menggunakan Keyword

Beberapa kali saya menjumpai pemilik website yang lebih suka membuat artikel dengan satu keyword utama, lalu membuat artikel lagi dengan keyword turunannya.

Untuk beberapa kasus hal seperti ini memang bisa dilakukan, jika keyword tersebut memang gak memungkinkan untuk dijadikan satu konten utuh.

Misalkan menghadirkan layanan service yang menyasar kota tertentu seperti service AC dan sebagainya.

Namun saya sendiri lebih suka menargetan banyak keyword dalam satu artikel. Biasanya keyword turunan akan saya gunakan untuk memperdalam kualitas konten.

  • Tidak Memiliki Nilai

Point ketiga ini adalah bagian paling krusial dalam membuat artikel untuk blog dan website, aturan teknis terkait SEO bisa sedikit kita abaikan jika konten yang kita hadirkan memiliki nilai.

5 tahun yang lalu ngeblog itu mudah banget, jika kamu pernah mengalami masa itu pasti akan setuju dengan statment saya ini.

Artikel berkualitas rendah, atau bahkan gak ada nilainya, asal tidak copypaste dan keyword denisty-nya ideal pasti masuk halaman satu.

Dominasi konten-konten berkualitas rendah yang ada di Google membuat banyak pihak tidak percaya dengan informasi yang ada di internet.

Bahkan dosen saya dulu pernah mengatakan kalau 90% artikel di internet adalah sampah.

Google berbenah, algoritma mulai diperbaharui, siapa yang ada dihalaman 1 mulai disaring oleh Google, dan jika anda peka semua upaya Google mengacu pada satu hal, “KUALITAS”.

“SEO adalah tentang kualitas, bukan kuantitas”

Jika kamu saat ini sedang build web, entah untuk tujuan blogging atau bisnis, sebaiknya perhatikan kualitas dari artikel yang anda buat. Nilai konten akan membantu website kamu untuk naik secara perlahan.

Jika anda menggunakan jasa ketik, lihat kualitas dari konten yang mereka hadirkan. Jika memang anda menggunakan jasa melalui marketplace yang sudah pasti tidak ada editornya, lihat portofolionya.

Cara Menulis Artikel SEO Friendly Berkualitas 2019

Dalama panduan ini saya akan mencoba untuk menjelaskan semuanya dengan runut, sehingga jika kamu ingin langsung mempraktekkannya, kamu bisa mengikuti setiap part yang ada disini, dimulai dari atas ke bawah.

Berikut 15 point yang akan saya bahas dalam materi kali ini.

  1. Pilih Tema
  2. Riset Keyword
  3. Judul Mengandung Keyword & CTR Tinggi
  4. Keyword H2 dan Awal Paragraf (Opsional)
  5. Perhatikan Teknis Nulis
  6. Perhatikan Nilai Materi
  7. Penjelasan yang Mudah dipahami
  8. Struktur
  9. Keyword Density
  10. Gambar Sebagai Penjelas (Opional)
  11. Plagiarsm Cheker
  12. Image ALT
  13. Sumber (Opsional)
  14. Internal Link
  15. Url Pendek
  16. Meta Deskripsi Pemaksimal CTR
  17. Memaksimalkan User Experience

17 pembahasan ini akan saya jelaskan garis besarnya saja, namun saya usahakan pembaca masih bisa menangkap maksud dari seluruh topik.

Beberapa pembahasan yang memerlukan uraian lebih lanjut akan saya hubungkan pada link yang relevan atau akan saya bahas dikemudian hari.

Oh ya, jika ada pembahasan yang sulit untuk dipahami atau ada yang ingin ditanyakan, silahkan sampaikan melalui kolom komentar. And here we goo…

1. Pilih Tema

Ketika kamu berniat untuk update konten, hal pertama yag harusnya kamu fikirkan adalah apa yang akan dibahas dalam konten itu?

Beberapa waktu lalu saya sudah membuat artikel dengan judul cara menentukan tema dalam Artikel yang didalamnya membahas seperti apa tema yang memenuhi kriteria sampai dengan cara menentukannya. Step by step tentang bagaimana menentukan tema bisa kamu baca dalam artikel itu.

Terkait tema, ada satu hal yang saya garis bawahi, yaitu harus relevan dengan topik yang ada di website.

Jika website kamu adalah website bisnis, akan lebih baik tema yang dipilih masih relevan dengan produk yang kamu tawarkan. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan terkait hal ini seperti membuat artikel how to, tips, atau cara penggunaan produk.

2. Riset Keyword

Jika tema sudah ditemukan, selanjutnya adalah mencari tahu mengenai keyword yang paling banyak dicari tentang tema itu. Sebagus apapun nilai konten yang kamu buat, hal ini akan menjadi percuma jika tidak ada orang yang mencarinya.

Kenapa?

Karena tujuan yang ingin kita raih disini adalah SEO, jika tidak ada orang yang mencari, berarti tidak akan ada trafik dari mesin pencari menuju website kita.

Yang harus kamu cari disini adalah keyword utama dan juga keyword turunan. Keyword utama adalah terkait tema dan keyword turunan adalah pembahasan lain yang relevan atau masuk kedalam sub pembahasan. Gunakan keyword turunan untuk memperdalam konten.

Terkait riset keyword, ada satu hal yang ingin saya bahas lebih lanjut, yaitu pilihlah kata yang paling banyak di cari orang, meskipun secara teknis itu tidak benar.

Misalkan kata online yang dalam bahasa Indonesia adalah Daring. Mana yang sebaiknya digunakan?

Saya lebih merekomendasikan yang Online, karena istilah daring tidak begitu populler, dan orang lebih suka menggunakan kata online. Dan masih banyak lagi kata teknis seperti ini. Terkait riset keyword, ada bisa membaca pembahasan ini lebih lengkap pada link ini https://jawarakonten.com/riset-keyword/

3. Judul Mengandung Keword dan Tinggi CTR

CTR adalah singkatan dari click tought rate yang sederhananya adalah perbandingan antara tampilan dan klik yang didapat. Biasanya CTR dihitung dalam satuan persen dimana hasil itu didapat dari tampilan dibagi dengan jumlah klik.

Keyword sudah didapat, lalu gunakan keyword tersebut sebagai judul yang memungkinkan untuk mendapatkan CTR tinggi.

Dari beberapa pengalaman selama optimasi website, judul yang unik dan clickable miliki prosentase lebih tinggi dalam mendapatkan posisi ideal di mesin pencari.

Dan sebaliknya judul yang tidak terlalu bagus cenderung sulit untuk di optimasi.

Alasan ini jugalah yang membuat trimbun news dan website berita lainnya berusaha untuk membuat judul yang clict bait, walaupun kadang terlalu berlebihan.

Kamu juga harus hati-hati, judul yang terlalu berlebihan juga tidak baik untuk website, apalagi website masih baru.

4. Keyword di Pragraf Awal dan H2

Point ke empat ini sifatnya opsional, dalam artian bisa kamu gunakan jika memungkinkan (tidak menggangu keindahan konten) atau bahkan tidak digunakan.

Sebelumnya saya jelaskan terlebih dahulu bahwa Google memiliki algoritma yang bernama RankBrain yang bekerja dengan metode meachine learning.

Dalam artikel itu saya menjelaskan bahwa proses indexing masih menggunakan cara traditional, namun dalam menentukan rangking, RankBraind-lah yang bekerja dengan caranya yang lebih kompleks.

Artinya cara lama bisa memudahkan konten kita untuk di index oleh Google, meskipun pengaruhnya sangat kecil karena harus melalui Rankbrain yang cara kerjanya penuh misteri.

Dan salah satu cara traditional yang memudahkan robot untuk memahami artikel kita adalah meletakan keyword pada paragraf pertama dan H2.

Awal paragraf adalah bagian pembukaan yang artinya dalam paragraf itu memang harus menjelaskan tentang keyword.

Sedangkan H2 adalah bagian BAB, yang seharusnya memang memasukan kata kunci didalamnya.

5. Perhatikan Teknik Menulis

Selain materi, teknik menulis juga akan membantu kamu membuat tulisan yang lebih berkesan dan bernilai. Materi bisa kita cari, namun teknik adalah bakat dan pengetahuan yang kamu miliki dalam membuat artikel.

Alasan ini jugalah yang membuat vendor konten mampu membuat berbagai artikel berkualitas dengan banyak tema, karena penulis didalamnya sudah mengetahui teknik menulis, dan mereka hanya tinggal mencari materi bagus.

Sebelum menuliskan banyak hal, kamu harus mengetahui bagaimana teknik menulis artikel yang baik dan benar. Teknik dasar akan membantu kamu untuk membuat alur yang menarik sehingga pembahasan mudah dipahami dan disukai pembaca.

Terkait teknik menulis, sebenarnya ada banya hal yang harus diperhatikan mulai dari bagaimana penulisan judul, penulisan tempat, penulisan nama, dan sebagainya. Meskipun terkait gaya dalam ngeblog itu bebas, jika kamu mengetahui aturan dalam menulis jurnalistik akan jauh lebih bagus.

Minimal penulis harus mengetahui seperti apa artikel yang ideal, yaitu diawali dengan pembukaan, isi, dan penutup.

Jika kamu sudah bisa membuat artikel seperti itu, kamu bisa mempelajari teknik lain seperti bucket brigade copywriting atau teknik story telling. Teknik-teknik ini akan membantu kamu memaksimalkan materi yang sudah kami siapkan.

6. Perhatikan Nilai Materi

Flashback ke beberapa tahun yang lalu, seperti yang saya katakan diawal, dulu kita bisa membuat artikel dengan pembahasan ngalor ngidul gak jelas.

Asalkan keyword densitynya ideal, artikel kita juga akan mendapatkan pengunjung.

Namun hal ini sudah tidak berlaku.

Kalau dulu masih belum banyak orang yang ngeblog dan mengetahui begitu besarnya pontensi internet, artikel acak-acakan pun mendapatkan posisi yang bagus.

Namun Google berhasil menciptakan iklim kompetisi yang bagus, orang yang memiliki pengetahuan mulai banyak yang memanfaatkan website, dan sedikit demi sedikit konten berkualitas rendah akan tergeser dari mesin pencari, menyisakan konten-konten berkualitas yang bertengger di halaman awal.

Dan kita sudah sampai pada masa itu, jika kamu ingin memilki website dengan kualitas SEO yang bagus, kualitas konten harus kamu perhatikan.

Hal ini jugalah yang membuat saya selalu mengatakan kepada para penulis jawarakonten untuk selalu memperhatikan materi yang akan dibahas.

Kualitas atau nilai konten sangat ditentukan dari pembahasan-pembahasan artikel. Akan lebih baik jika kamu membahas materi yang kamu kuasai, atau jika tidak memiliki pengetahuan, luangkan waktu untuk membaca materi itu.

7. Penjelasan Mudah dipahami

Dalam artikel SEO traditional kita akan dihadapkan pada pilihan berapa panjang artikel yang dibuat, karena pada saat itu kita mengenal semakin panjang sebuah konten maka akan semakin SEO Friendly konten itu.

Saya kira hal ini masih berlaku, namun bukan panjang saja yang harus kita perhatikan, melainkan keindahan konten secara keseluruhan.

Sebelum kamu berniat untuk membahasnya menjadi materi yang panjang, tanyakan terlebih dahulu apakah materi itu bisa kita bahas dengan panjang lebar? Atau singkat saja?

Pointnya, kamu harus maksimal namun jangan berlebihan.

Dalam menjelaskan materi, gunakan paragraf yang spesifik dan mudah dipahami. Singkat, padat, jelas akan jauh lebih baik dari pada paragraf yang panjang tapi bertele-tele.

Jika kamu ingin menulis artikel yang panjang, pastikan topik itu memungkinkan, dalam artian ada banyak topik yang kita bahas, bukan justru mengulang-ngulang pembahasan.

8. Struktur Artikel

Artikel dengan struktur yang baik akan membantu pembaca untuk lebih mudah memahami isi dari konten secara keseluruhan.

Dalam konten untuk blog kita mengenal yang namanya H1, H2, H3, H4 dan seterusnya. Sebenarnya hal ini tidak berbeda jauh dengan judul, bab, sub bab, dan sebagainya.

Artikel yang baik biasanya memiliki struktur yang lengkap dimulai dari H1 sampai H3. Untuk mengetahui apa itu H1, H2, H3 silahkan perhatikan ini.

H1 = judul.

H2 = bab atau setiap topik yang akan dibahas dan masuk kedalam judul tersebut.

H3 = heading 3 adalah sub bab, yaitu topik yang masuk kedalam pembahasan h2.

Kalau dalam artikel ini H2 nya adalah “Kesalahan Fatal dalam Menulis Artikel” dan “Cara Menulis Artikel SEO Friendly Berkualitas 2019”.

Sedangkan untuk H3-nya adalah pembahasan yang masuk diantara H2, seperti “struktur artikel” ini.

9. Keyword Density yang Ideal

Keyword density sendiri adalah pengulangan kata kunci atau keyword dalam sebuah artikel. Satuan yang digunakan adalah persen, cara menghitungnya dengan membagi jumlah kata dengan pengulanan keyword tersebut.

Banyak banget orang yang mengatakan bahwa kita tidak harus memperhatikan keyword density, padahal ini cukup penting, namun ada sedikit perbedaan penerapannya, kalau sekarang kita tidak boleh berlebihan terkait hal ini.

Keyword dalam artikel akan membantu menjelaskan kepada mesin pencari bahwa artikel itu memang sesifik membahas topik itu. Saya sendiri lebih suka menerapkannya pada judul, H2, dan dalam konten.

Ada satu pengalaman yang ingin saya bagikan terkait keyword denisty, yaitu pengalaman saya dengan artikel 8 contoh landing page dimana artikel ini menggunakan keyword utama “contoh landing page” sedangkan keyword turunannya adalah topik pada H3.

Sekarang keyword utama dari artikel itu udah merangsek ke halaman 1, namun dahulu awalnya keyword turunan-nya lah yang masuk ke halaman 1 terlebih dahulu.

Pada artikel itu, keyword utama saya ulang sebanyak 8 (kalau gak salah) karena memang banyak keyword turunan yang saya bidik dan menyertakan keyword utama.

Namun nyatanya Google lebih suka keyword density yang sedikit yaitu keyword turunannya.

Dan ketika banyak orang yang membaca artikel itu, artinya artikel itu bagus karena banyak orang yang tertarik, keyword utama juga mulai terangkat.

Dari sana saya menyimpulkan bahwa kita bisa menggunaka keyword density yang banyak, dengan catatan konten kita memiliki nilai yang baik.

Kualitas akan tetap penting #EVER

10. Gunakan Gambar Sebagai Penjelas (Opsional)

Gambar memiliki peranan penting dalam sebuah artikel, yaitu untuk menjelaskan pembahasan yang sulit kita uraikan dengan kata-kata.

Dalam satu artikel, sebaiknya menggunakan berapa gambar?

Tidak ada aturan baku mengenai hal ini, namun sebaiknya gunakan gambar pada saat yang dibutuhkan saja.

Misalkan kamu menjelaskan untuk mengisntal wordpress, nah selain menjelaskan melalui artikel, kamu bisa memberikan gambar terkait hal itu.

Selain itu gunakan 1 gambar berkualitas untuk bagian cover. Hindari mendownload dan upload secara langsung, sebaiknya edit terlebih dahulu lalu upload ke website.

11. Image text ALT

image text alt

Jika kamu pernah membaca mengenai pengoptimalan mesin telusur dari Google, kamu akan menemukan bahwa robot Google tidak bisa membaca gambar sebaik membaca text.

Disana kita juga disarankan untuk melakukan setting pada image alt pada saat mempublishnya di website atau blog.

Tujuannya untuk apa?

Tentu saja agar robot Google bisa menangkap semua element yang ada di halaman website, termasuk gambar yang alt-nya kita setting tadi.

Bagaimana cara melakukan setting pada Image ALT ini?

Cukup mudah, silahkan klik gambar dan pilih properties, disana kamu cukup memasukan kata kunci yang menjelasan gambar tersebut.

Kelebihan ketika kita melakukan setting pada image ALT, gambar kita akan muncul pada hasil penelusuran pencarian gambar. Dan ini juga bisa menghadirkan trafik pada webiste ada.

12. Gunakan Sumber (Opsional)

Beberapa pemilik website enggan untuk menggunakan sumber karena mereka berfikir itu akan menguntungkan si sumber (dapat backlink) namun tidak memberikan manfaat untuk mereka.

Padahal hal itu tidak benar, dengan menyertakan sumber dalam artikel akan membuat konten lebih berbobot sehingga diperhitungkan oleh Google.

Logikanya seperti ini, ada seorang yang mengatakan sesuatu namun tidak memiliki keahlian pada materi itu, dengan menggunakan sumber yang kredible akan membuat komunikan lebih terpercaya. Karena statmentnya dapat di pertanggung jawabkan.

Lain ceritanya jika kamu menguasai materi tersebut, tanpa menggunakan sumber pun tidak masalah karena memang kamu memiliki passion disana.

Namun ada satu keadaan dimana kamu harus menggunakan sumber dalam artikel, seperti ketika kamu menuliskan sebuah quote dari orang lain, data terkait statment, dan pernyataan penting lainnya.

13. Lolos Plagiarsm Cheker

Sebenarnya istilah plagiarsm untuk website dan blog berbeda jauh dengan plagiarsm karya ilmiah yang selama ini kita pelajari di dunia pendidikan.

Istilah plagiarsme di bangku pendidikan sendiri adalah mengakui sebuah karya milik orang lain sebagai karya kita dengan tingkat kemiripan signifikan.

Namun istilah lagiarsm pada website jauh lebih sederhana, yaitu tidak copas dari artikel lain yang sudah diterbitkan, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.

Memang ada ya plagiat tapi tidak sengaja?

Ada kok, seperti misalnya kita menggunakan penjelasan yang sudah diterbitkan dengan di webiste meskipun kita tidak mengkopy atau bermasud menirunya.

Konsekuensinya ketika kita meneribitkan konten yang tidak lolos plagiarsm, tidak akan di index Google, atau bahkan bisa di takedown.

Ini memang cukup sulit, bagaimana mungkin kita bisa memastikan bahwa setiap paragraf yang kita gunakan belum pernah ada di internet?

Terdengar sulit memang, namun sekarang ini banyak tools plagiarsm cheker sepert copyscape, quetet, smallseotools, dan masih banyak lagi lainnya.

Jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan sebelum mempublish artikel. Jika ada beberapa kata yang terdeteksi plagiat, segera ubah kata itu dengan melakukan parafrase.

14. Internal Link

Bukan menjadi rahasia lagi kalau internal link mampu memaksimalkan experience pengunjung ketika berkunjung website atau blog anda. Selain membantu dalam optimasi SEO, internal link juga akan membuat pengunjung membaca artikel lain yang ada di website kita.

Namun tidak semua semua link bisa kamu gunakan dalam sebuah halaman, internal link sebaiknya diberikan pada topik lain yang mendukung atau relevan dengan topik yang kamu bahas.

Misalkan pada artikel ini, silahkan lihat pada topik riset keyword, pada akhir pembahasan saya memberikan link pada pembahasan riset keyword yang lebih lengkap.

Tujuannya agar para pembaca yang belum tahu teknik riset kata kunci bisa membaca lebih lengkap pada materi itu.

Selain untuk memudahkan pengunjung dalam navigasi, internal link juga bisa anda gunakan untuk membantu merangking halaman lain.

Seperti pada pembahasan keyword denisity ideal dimana saya me-link-an pada contoh landing page karena kebetulan saya menyebutkan kata itu dan ada pemabahsan sebelumnya yang membahas topik itu.

15. URL Pendek

Hal yang tidak kalah penting ketika akan mempublish artikel adalah memperhatikan url yang akan digunakan.

Konon url yang sesuai dengan keyword akan mempengaruhi hasil rangking di Google. Hal inilah yang membuat beberapa orang memasukan seluruh keyword pada link halaman website.

Namun saya lebih suka cara yang lain, yaitu dengan menggunakan url sependek mungkin sesuai dengan topik yang dibahas. Bahkan kadang gak selengkap keyword yang akan saya bidik.

Cara ini saya dapatkan ketika membaca guideline dari Google dimana dalam panduan itu kita diminta untuk mengunakan url sependek mungkin dengan tujuan pengunjung lebih mudah untuk memahami isi dari artikel dengan url tersebut.

Selain itu url yang pendek dan spesifik juga lebih mudah untuk diingat orang dari pada url yang panjang dan tidak spesifik.

Alasan-alasan inilah yang diberikan oleh Google ketika meminta web master untuk menggunakan url yang pendek dari pada url yang panjang.

16. Memaksimalkan Meta Deskripsi

Meta deskripsi adalah sejumlah kata antara 120 sampai 160 an karakter (kalau gak salah) yang akan dimunculkan pada mesin pencari tepat dibawah judul.

Dulu banyak polemik yang mengatakan deskripsi bisa membantu rangking, namun sekarang sudah bisa kita jawab, hal itu memang benar namun tidak secara langsung.

Deskripsi yang baik memang bisa membantu memaksimalkan hasil rangking di mesin pencari, dengan catatan deskripsi anda bisa membantu memaksimlakan CTR.

Jika CTR meningkat karena deskrisi yang menggoda, maka halaman tersebut akan terangkat.

Lalu deskrisi seperti apa yang bagus?

Kamu bisa menggunakan 120 sampai 160 karakter yang dapat mempersuasi pengunjung untuk segera membaca halaman website tersebut.

Selain memaksimalkan kata-kata yang ada disana, kita juga bisa menggunakan emoticon atau simbol khusus. Deskripsi menarik, judul pun demikian, CTR akan meningkat.

Dan apa yang terjadi jika CTR blog bagus? Kamu sudah tahu jawabannya.

17. Memaksimalkan User Experience

User Experience atau pengalaman pengguna adalah satu point yang sebenarnya menjadi penentu dalam rangking halaman. Hampir 70% point yang saya bahas disini sebenarnya juga untuk memaksimlakan user experience.

Artinya user experience adalah formula wajib untuk mendapatkan website yang ramah terhadap mesin pencari.

Hal ini sekaligus mematahkan statment bahwa untuk mendapatkan rangking yang bagus, halaman harus memiliki kata yang panjang.

Faktanya tidak selalu demikian, halaman yang tidak memiliki banyak kata pun juga bisa mendapatkan posisi yang bagus. Salah satunya seperti website yang menghadirkan tools, halaman seperti ini biasanya tidak banyak artikel, namun posisinya bagus.

Jawabannya memang adalah experience pengunjung yang maksimal, pengunjung akan betah berlama-lama mengklik setiap tombol yang ada disana.

Untuk hal ini, kita bisa melakukan beberapa hal seperti menambahkan gambar, vidio, ataupun potcase dibagian bawah artikel.

KLIK DISINI

CONTOH

Jika kamu membaca seluruh pembahasan yang ada disini, harusnya kamu sudah mengetahui bagaimana cara menulis artikel SEO friendly yang tidak hanya enak dibaca, namun juga ramah dengan mesin pencari.

Untuk membantu kami dalam memahami pemabahasan kali ini, saya akan memberikan contoh artikel sehingga bisa kamu gunakan sebagai acuan dalam membuat artikel.

contoh artikel

Live Link: Artikel Opini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website *