Syair dan pantun, dua bentuk karya sastra yang sudah tidak asing lagi, terutama bagi para penikmat sastra dan jasa penulisan artikel. Keduanya sering digunakan dalam berbagai acara bertajuk sastra, upacara adat daerah, penyampaian pesan secara bijak, hingga untuk hiburan. 

Tak hanya itu, keduanya juga termasuk ke dalam bentuk puisi lama, yakni sebuah puisi yang masih terpaku pada ketentuan mutlak seperti sajak, irama, hingga berapa banyak jumlah baris dalam satu bait.

Nah, banyaknya kesamaan yang dimiliki membuat orang kadang bingung untuk membedakan mana pantun, mana syair. Namun, bukan berarti keduanya tidak bisa dibedakan ya. Apa sih perbedaan pantun dan syair? Yuk kenali melalui pengertian, ciri-ciri, dan contoh keduanya pada pembahasan berikut ini!

Pengertian Pantun

Pantun adalah bagian dari puisi lama yang dituliskan sebagai ungkapan perasaan atau buah pemikiran sang pembuat. Selain bertujuan untuk menghibur, pantun juga digunakan sebagai bentuk nasihat, didikan, atau teguran untuk orang lain.

Baca Juga: Inilah Contoh Biografi Penulis yang Bagus

Dahulu, pantun termasuk dalam karya sastra lisan, namun kini sudah banyak dijumpai pantun tertulis. Pantun juga bisa dijadikan sebagai alat untuk permaianan kata secara cepat dan kreatif. Contohnya dalam suku Betawi, yang menggunakan pantun kilat pada acara lamaran mempelai wanita.

Ciri-Ciri Pantun

  • Sebagai puisi lama, pantun memiliki aturan mutlak yakni terdiri dari empat baris, setiap baitnya. Namun juga ada beberapa baris saja.
  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran. Bagian ini tidak memiliki hubungan secara langsung dengan isi dari pantun, melainkan untuk mengantarkan rima sajak. Sedangkan baris ketiga dan keempat berisi maksud dan tujuan utama dari pantun.
  • Dalam satu baris, pantun biasanya memiliki jumlah 4 hingga 6 kata. Hal ini dikarenakan kalimat yang disampaikan perlu dibuat sesingkat mungkin supaya lebih mudah dipahami oleh pembaca maupun pendengar.
  • Karena dahulu pantun disebarkan secara lisan, mka tidak ada nama penulis yang tertera. Hal ini berbeda dengan karya sastra lain seperti puisi. 
  • Pantun memiliki sajak dengan pola rima yang dikenali, yaitu a-b-a-b atau a-a-a-a. Aspek satu ini nanti juga yang membuat adanya perbedaan pantun dan syair.

Contoh Pantun

Pantun jenaka. Jenis ini cocok untuk membangkitkan mood, bisa juga dijadikan bahan candaan dengan teman.

Jalan-jalan ke Kota Medan

Pulang-pulang membawa bini

Adik kakak merinding penasaran

Menengok kura-kura pakai bikini

Pantun nasihat. Jenis pantun yang bisa digunakan untuk memberikan ungkapan nasihat dengan cara yang unik

Pulang sekolah menjelang fajar

Tas dan baju tercebur lumpur

Masih muda rajin belajar

Saat tua hidup pun makmur

Pengertian Syair

Syair, berasal dari bahasa Arab “syu’ur” yang artinya “perasaan”. Namun kemudian ada perkembangan, syu’ur menjadi syi’ru yang artinya “puisi”. Hampir serupa dengan pantun, syair adalah ungkapan perasaan atau pikiran. Ia juga termasuk dalam puisi lama yang memiliki keterikatan pada satu ketentuan tertentu.

Dalam penulisannya, syair dibuat menggunakan majas metafora yang dikemas dengan pilihan diksi yang indah. pada umumnya, penulisan syair dibuat sesingkat mungkin agar pesan yang ingin diberikan bisa sampai dengan cepat.

Baca Juga: 12 Penulis Terbaik dan Terkenal di Indonesia

Tidak sembarangan diciptakan, syair juga dibuat berdasarkan tema. Misalnya tema tentang cinta, agama, nasihat, dan lainnya. Nah, biasanya ungkapan syair yang diberikan tidak jauh dari latar belakang si penulis. Baik itu dari segi pendidikan, kehidupan, adat istiadat, hingga kebiasaan.

Ciri-ciri syair

  • Memiliki pola berjumlah 4 hingga 8 baris per bait
  • Irama syair biasanya berjumlah empat sampai enam kata
  • Tidak seperti pantun, syair tidak memiliki sampiran. perbedaan pantun dan syair  yang satu ini cukup kentara. Pasalnya, semua baris syair berisi maksud dan tujuan yang ingin disampaikan
  • Syair tidak hanya selesai dalam satu bait. Berbeda dengan pantun yang selesai dalam satu bait. Itulah mengapa syair dikenal dengan gaya metafora yang unik, karena bisa menimbulkan rasa penasaran.
  • Perbedaan pantun dan syair terletak pada rima. Syair memiliki rima atau akhiran yang sama, misalnya a-a-a-a

Contoh Syair

(Bait 1) “Dengarlah wahai anakanda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu tiada pernah habis dieja
sebagai bekal sepanjang usia”

(Bait 2) “Dengan ilmu engkau terjaga
Dari suramnya waktu dan masa
Cemerlang akan senantiasa
Menyinari dirimu di masa dewasa”
(Ole: Gina Hayana) 

Lalu, Apa Perbedaan Pantun dan Syair?

Melalui penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan pantun dan syair terletak pada jumlah baris, sajak, dan makna. Jika pantun, teridri dari 4 baris, maka syair terbentuk dari 4 larik setiap bait. Pada pantun, baris pertama dan kedua disebut sebagai sampiran, baris ketiga dan keempat disebut isi.

Berbeda dengan syair, setiap larik dalam syair merupakan satu kesatuan berupa isi. Selain itu, pantun bersajak abab, dan syair aaaa.

Baca Juga: 6 Novel dengan Tema Islami Terbaik

Nah, itulah perbedaan pantun dan syair yang selama ini sering terlupakan. Keduanya dianggap sama, padahal berbeda. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, kamu bisa lebih mudah dalam membuat pantun dan syair, bukan? Selamat mencoba!

There are currently no comments.