Mengetahui Perilaku dan Jenis Konsumen Serta Cara Melakukan Riset

Mengetahui Perilaku Konsumen dan Cara Melakukan Riset

Mengetahui Perilaku dan Jenis Konsumen Serta Cara Melakukan Riset

Kemampuan untuk dapat memahami konsumen sering kali dipandang sebelah mata. Padahal kunci dari pemasaran digital adalah membuat memberikan apa yang menarik perhatian audiens. Perlu kami tekankan bahwa tidak akan ada yang berhasil jika Anda tidak mengetahui jenis dan karakteristik konsumen Anda.

Oleh karena itu, anda perlu memahami dan melakukan riset untuk mengembangankan avatar atau gambaran mengenai konsumen.

strategi belajar digital marketing untuk pemula

Avatar konsumen yang kami maksud disini bisa Anda artikan sebagai sebuah rincian terkait apa saja keinginan, ketertarikan, kecenderungan, dan karakter demografis lain dari audiens Anda.

Penyusunan avatar konsumen ini akan sangat membantu dalam pengembangan strategi marketing yang paling sesuai dengan demografi audiens, baik untuk digital marketing atau traditional marketing.

Dengan mengetahui demografi audiens akan membantu Anda menyajikan iklan atau promosi yang relevan dan berkesan bagi audiens.

Iklan-iklan yang relevan ini akan memicu lebih banyak klik yang mengarah ke website Anda. Apa yang terjadi? Tentu saja, kemungkinan konversi menjadi peningkatan penjualan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Oleh karena itu, bukan berlebihan jika dikatakan bahwa memahami karakteristik dan jenis konsumen adalah kunci kesuksesan dari brand yang sedang dibangun.

 

Mengetahui Perilaku Konsumen (Pengertian, Jenis, Faktor, Perilaku, dan Ciri-ciri)

Sekarang kita coba posisikan diri kita sebagai konsumen. Apa yang akan Anda lakukan ketika akan membeli suatu barang? Apakah langsung membeli atau membandingkan barang satu dan lainnya?

Nah, proses mengambil keputusan inilah yang dimaksud dengan perilaku konsumen. Sebenarnya ini merupakan salah satu strategi marketing traditional, namun tetap saja hal ini masih bisa kita terapkan pada digital marketing.

 

Pengertian Konsumen dari Beberapa Ahli

Sebelum membahas lebih jauh, kami akan mengajak Anda untuk mengetahui pengertian dari perilaku konsumen menurut beberapa hali.

American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen adalah interaksi dinamis yang terjadi karena pengaruh, perilaku, dan lingkungan dimana mereka melakukan pertukaran dalam aspek kehidupan.

Sedangkan Schiffman dan Kanuk mengartikan perilaku konsumen sebagai serangakaian proses yang dilakukan oleh pembeli dengan mencari, menggunakan, mengvaluasi, dan mengkonsumsi produk yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Dari apa yang disampaikan dua ahli ini kita sudah mengetahui bagaimana pentingnya mengetahui karakteristik dan jenis konsumen agar strategi digital marketing kita jalankan bisa berjalan dengan mulus.

 

Jenis dan Perilaku Konsumen

Selama kami menghadirkan layanan “jasa penulis artikel” kami sering menjumpai pelanggan dengan perilaku yang berbeda-beda.

Ada yang bertanya tentang harga dan langsung order. Ada yang melihat sample dulu baru order, dan masih banyak lagi lainnya. Proses bertanya sebelum memutuskan untuk membeli inilah yang dinamakan dengan perilaku konsumen.

Apa hubungungannya perilaku konsumen dengan membangun avatar pelanggan? Tentu saja ini akan sangat bermanfaat.

Misalkan Anda ingin membuat iklan di facebook, maka dengan mengetahui seperti apa perilaku konsumen, Anda bisa membuat copy iklan yang lebih relevan dengan minat mereka.

Lalu apa saja perilaku konsumen itu? umunya hal dibagi menjadi dua bagian yaitu konsumen rasional dan irrasional.

 

Ciri-ciri Konsumen Rasional

Konsumen rasional adalah jenis konsumen yang sangat sulit untuk Anda pengaruhi.

Karena dalam memutuskan untuk melakukan pembelian mereka lebih mengedepankan pada aspek yang mereka butuhkan seperti daya kegunaan, kebutuhan utama, atau kebutuhan mendesak. Konsumen yang seperti ini hanya bisa Anda dapatkan dengan produk yang memiliki value.

Biasanya mereka melakukan pembelian jika:

  • Barang tersebut adalah yang mereka butuhkan.
  • Barang tersebut memiliki fungsi yang maksimal buat mereka.
  • Soal kualitas adalah yang terbaik.
  • Mereka akan membeli produk sesuai dengan kemampuan financial.

 

Ciri-ciri Konsumen Irrasional

Sedangkan konsumen yang kedua ini adalah mereka yang mudah sekali untuk di arahkan oleh sebuah copy iklan tanpa melihat apakah produk tersebut sesuai dengan yang dijanjikan atau tidak. Umumnya mereka memiliki ciri-ciri seperti dibawah ini:

  • Mudah tertarik dengan copy iklan yang bombastis.
  • Lebih memilih produk dengan nama atau brand yang sudah dikenal banyak orang.
  • Membeli produk berdasarkan prestise.

Meskipun ada konsumen yang bersifat irrasional, namun kami tetap menyarankan anda untuk membuat produk yang memiliki nilai sehingga pengembangan brand pun akan jauh lebih mudah.

 

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan

Selai itu, beberapa pelanggan biasanya melakukan aksi beli juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya:

  • Motivasi.
  • Persepsi.
  • Pembentukan Sikap.
  • Integras.

Sekarang kumpulkan informasi mengenai pelanggan Anda, dan kedepan ini akan kita manfaatkan untuk strategi marketing yang akan kita jalankan.

 

Melakukan Riset Terkait konsumen

Untuk membangun sebuah avatar yang baik diperlukan sebuah riset konsumen. Terdapat beberapa cara untuk melakukan riset, Lyfe Marketing merekomendasikan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meneliti konsumen.

1. Menganalisis konsumen yang Anda miliki saat ini

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah melihat konsumen-konsumen yang Anda miliki saat ini. Siapa mereka? Berapa usia mereka? Dimana mereka tinggal? Terus gali berbagai informasi hingga Anda menemukan sebuah pola atau trend tertentu.

Semakin Anda gali, kemungkinan besar Anda akan menemukan banyak kemiripan pada konsumen-konsumen Anda.

2. Analisa kompetitor Anda

Jika sebelumnya Anda melihat ke dalam bisnis Anda sendiri, cara kedua adalah dengan melihat bisnis saingan Anda. Apa yang sedang dilakukan pesaing untuk untuk menarik konsumen?

Beberapa hal yang perlu Anda pikirkan selama menganalisis pesaing meliputi:

  • Apa keunikan produk mereka? Strategi posistioning apa yang mereka jalankan?
  • Bagaimana design website mereka? Adakah yang dapat dipelajari untuk meningkatkan website Anda?
  • Bagaimana sosial media mereka, apakah mereka aktif dan berapa banyak followernya? Lalu apakah mereka aktif berinteraksi dengan audiens mereka?
  • Seberapa kuat posisi mereka dalam search engine? Apakah mereka menempati ranking tertinggi di mesin pencari atau apakah mereka menggunakan Google ads?

Perlu diingat bahwa Anda sebaiknya jangan meniru pesaing secara berlebihan. Jangan memperbaiki sesuatu yag tidak rusak, belajarlah dari pemimpin dengan mempertahankan keunggulan Anda.

Gunakan apa yang Anda bisa pelajari dari pemimpin pasar untuk mengalahkan mereka.

Selain melihat pada apa yang dilakukan pesaing, melihat pada konsumen mereka juga dapat membantu analisis Anda.

Untuk melakukan penilaian terhadap preferens konsumen secara umum Anda dapat melihat pada laporan per industri atau mengadakan survey terkait apa preferensi mereka.

3. Memanfaatkan Facebook atau Audience Insights

Facebook Audience Insights merupakan sebuah senjata gratis dan mudah yang sudah disediakan oleh Facebook. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mengenal dan menganalisa lebih dalam demografi audiens.

Fitur ini akan membantu melihat pola dan kecenderungan dari audiens. Pola-pola seperti kelompok umur, perilaku dan gaya hidup, hal-hal yang disukai akan dengan mudah terlihat.

Informasi ini kemudian dapat segera diimplementasikan menjadi avatar untuk menggambarkan konsumen ataupun calon konsumen yang menjadi target Anda.

Kesimpulan

Kami memang sengaja mengajak Anda untuk mengenal konsumen lebih jauh sebelum melakukan strategi marketing agar beberapa keputusan yang Anda buat kedepannya memang terfokus pada pemberian kepuasan pada konsumen.

Dengan memahami konsumen Anda dengan lebih baik, semua hal yang kita jalankan akan lebih efektif dan terukur, yang pada akhirnya Anda bisa menghilangkan beberapa strategi yang dirasa tidak perlu.

Bangun avatar pelanggan Anda, dan pahami mereka lebih jauh, karena ini adalah salah satu bagian yang tidak boleh dihilangkan untuk membangun brand Anda.

 

cara meningkatkan brand awareness

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI UNTUK MENDAPATKAN PENAWARAN MENARIK LAINNYA


WhatsApp chat Live Chat untuk Pelanggan