Stereotipe Yang Membuat Penulis Artikel Geleng-Geleng

Stereotipe Yang Membuat Penulis Artikel Geleng-Geleng

Pekerjaan sebagai seorang penulis artikel memang masih belum sepopuller pekerjaan lain diluar sana, beberapa orang masih menganggap pekerjaan ini erat kaitannya dengan buku. Faktanya tidak demikian, menulispun dapat dilakukan pada media lain. Apakah kamu seorang penulis artikel? Jika iya, selama ini mungkin kamu sudah sering mendengar penilaian orang terdekat tentang diri kamu yang selalu saja dihubungkan dengan pekerjaan sebagai seorang penulis.
Dalam kesempatan kali ini jawarakonten sebagai salah satu penyedia jasa artikel seo ingin menghadirkan beberapa stereotipe yang sering dialami oleh seorang penulis.

Macam-Macam Stereotipe Sebagai Penulis Artikel

1. Cuma Pekerjaan Parttime

penulis artikel yang baik dan benar

Sesekali kamu mungkin pernah ditanya oleh camer kamu mengenai pekerjaan yang sedang kamu geluti, dan kamu menjawab sebagai seorang penulis artikel. Eh, si camer malah mengeluarkan jawaban yang cukup menjengkelkan “itu kan cuma parttime, cari yang lebih serius dong”. Sebelkan? Mau marah nanti malah gak diboehin sama anaknya, jadi serba salah kalau udah kayak gini.
2. Penghasilan kamu pasti kecil
Hal lain yang cukup menjengkelkan yang sering didengar oleh seorang penulis artikel adalah diremehkan dari segi finansial. “kok betah sih, jadi penulis seperti itu kan gajinya kecil??” yakin, kalo sudah seperti ini rasanya pengen deh nraktir selama satu bulan orang yang sedang kamu ajak ngobrol.
3. Seorang pujangga yang suka main kata-kata
Ini juga cukup menyebalkan untuk didengar, seolah-olah kamu dianggap orang yang paling jago dalam merangkai saja-sajak indah. Dan sialnya lagi, kamu sering kali dimintai temen untuk membuatkan puisi untuk gebetannya. Esssssttt, pengen rasanya langsung kabur aja.
4. Tahu segalanya
Karena pekerjaan kamu seorang penulis artikel, orang terdekat kamu menganggap kamu adalah orang yang tahu segalanya dimulai dari dunia politik, selebrriti, kabar terbaru, sampai dengan urusan pintu yang kuncinya hilang juga tanya kamu juga. Yakali kunci ilang nanya sama seorang penulis, kenapa gak langsung minta tolong sama tukang duplicate kunci aja sih.
5. EYD bangettttt
Sebagai seorang penulis artikel kamu akan dianggap sebagai seorang yang EYD banget alias super formal. yess, kebiasaan kamu menulis artikel dengan kosa-kata yang jelas dan sesuai KBBI membuat orang terdekat mengganggap kamu adalah orang yang kaku dan tidak bisa lues dalam bertutur kata. Udah ah, biarin aja yaaa.
6. Hobi Minum Kopi
Kamu suka nulis ya? Kamu pasti suka minum kopi, dikurangi dong, itu gak baik loh, bla bla bla…..
Ya, kebanyak seorang penulis diluaran sana memng doyan minum kopi untuk menambah semangat atau mehilngkan kantu, namun tidak semua penulis itu suka kopi loh, ada juga yang lebih suka lemon tea dari pada kopi. Jadi please, stop menganggap seorang penulis sebagai penghobi kopi.
7. Setiap hari Cuma baca buku, padahal kamu gak pernah baca
Terakhir baca buku itu waktu di semester 8 pas ngerjain skripsi, setelah itu udah gak pernah lagi karena bosen setiap hari Cuma berhubungan dengan huruf saja. Namun temen kamu masih saja menganggap kamu sebagai seorang yang kutu buku. Ya kalo dianggap saja gak papa sih, yang bikin pengen gigit antal itu ketika setiap mau beli buku harus tanya sama kamu karena dianggap orang yang paling mengerti.
Itulah beberapa stereotipe yang pastinya sering kamu dengar sebagai seorang penulis artikel. Dari beberapa point diatas, kamu lebih sering mengalami yang mana? Atau ada hal lain yang lebih menjengkelkan dari pada ini? silahkan sharing pada temen penulis lainnya melalui kolom komentar ya. oh ya, sebagai penulis artikel kamu sudah tahu cara untuk menjai seorang penulis belum? jika belum silahkan artikel sebelumnya.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


WhatsApp chat WhatsApp