Jasa Penulis Artikel

Akhir-akhir ini strategi content marketing begitu booming di kalangan marketer. Mereka seolah berlomba-lomba untuk menciptakan berbagai konten yang menarik. Mulai dari yang berbentuk video, blog post sampai dengan podcast, untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Lihat saja Bukalapak yang menyajikan berbagai konten video menarik seperti BukaMusik, BukaIlmu, BukaTalk, dan masih banyak lagi lainnya pada channel YouTube-nya. Lalu ada Gojek yang juga lewat channel YouTube-nya, seperti tidak mau kalah, turut menyajikan video secara rutin dimana isi kontennya tidak hanya menarik tetapi juga menginspirasi seperti, ReaksiDriver. Dan masih banyak perusahaan lain yang juga melakukan hal yang sama.

Poin utamanya adalah, sudah bukan menjadi rahasia umum kalau content marketing menjadi salah satu cara efektif untuk mempromosikan usaha.

Apa itu Content Marketing?

Content marketing adalah satu dari sekian banyak jenis pemasaran yang memfokuskan pada pembuatan dan pendistribusian materi secara online (berupa video, blogpost, ataupun gambar). Tujuannya adalah untuk meningkatkan visibilitas sebuah brand dan menstimulasi pasar untuk menjadi pelanggannya.

Content yang dibuat tidak selalu menggunakan pendekatan hard selling, tetapi juga soft selling. Sebab, memberikan informasi yang dibutuhkan oleh audiens tanpa embel-embel promosi, ternyata juga terbukti ampuh untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness).

Analoginya seperti ini:

Calon pelanggan kamu ada di sebuah event, kamu hadir disana, calon pelanggan akan melihat dan mengenal brand kamu. Hari selanjutnya calon pelanggan ada di Kantor Pajak, kamu hadir disana, pelanggan akan melihat dan kembali ingat bahwa brand kamu pernah mereka  jumpai dalam sebuah event.

Jika hal yang sama terjadi secara berulang-ulang, calon pelanggan akan menganggap bahwa brand kamu populler karena ada dimana-mana, yang akhirnya membuat mereka tertarik untuk mengenal lebih jauh dengan produk yang kamu tawarkan.

8 Strategi Content Marketing atau Pemasaran Konten

Strategi content marketing

Philip Kotler dalam bukunya marketing 4.0 mengatakan bahwa konten adalah generasi iklan baru, dan hastag yang digunakan dimedia sosial mengantikan tagline yang biasa digunakan pada pemasaran traditional.

Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, strategi content marketing pada dasarnya mencakup pembuatan dan distribusi konten (cara agar konten yang dibuat sampai pada pembaca).

Dan disinilah yang biasanya menjadi jurang bagi para pemasar digital, yaitu hanya fokus pada pembuatan dan distribusi, dan mengabaikan hal penting lainnya seperti analisa pra-produksi dan pasca distribusi. Berikut 8 langkah strategi content marketing yang kami rangkum dari bukunya Philip Kotler yang berjudul marketing 4.0

1. Penetapan Tujuan

Hal pertama yang harus kamu lakukan dalam merencanakan strategi pemasaran konten adalah menetapkan sebuah tujuan yang sejalan dengan visi bisnis anda. Disinilah bagian krusial yang biasa dilakukan oleh pemasar digital, yaitu tidak merencanakan tujuan sejak awal, sehingga konten yang mereka terbitkan sering kali apa yang terlintas dikepala sang founder saja.

Penting bagi kamu untuk membuat tujuan yang jelas terkait konten yang dibuat dan pastikan tujuan tersebut dapat diukur menggunakan matrik yang jelas. Jadi, mulailah dengan sebuah pertanyaan “apa yang ingin kamu capai dalam strategi pemasaran konten ini?”

Contohnya seperti:

  • Membangun merek seperti brand awareness, penguatan karakter, sampai mempertahankan kesetian pelanggan.
  • Meningkatkan penjualan seperti membuat halaman petunjuk, cross sell, sales closing, up sell, sampai dengan sales referal.

2. Pemetaaan Target

Jika tujuan telah kamu tetapkan, lanjut pada langkah kedua yakni memetakan target atau sasaran, kepada siapa konten itu kita hadirkan. Untuk membuat konten dengan tingkat engagement yang bagus, kita perlu melakukan pemetaan mendalam, bukan hanya pemetaan yang cenderung luas seperti ‘anak muda, orang yang menyukai produk ini, dan seterusnya’.

Pengelompokan ini bisa kita buat dengan beberapa kategori, misalkan dengan melihat demografis, geografis, psikografis, sampai dengan behavior (perilaku). Gunakan 3 pendekatan diatas, lalu lakukan sedikit analisa tentang beberapa hal seperti:

  • Kebutuhan dan keinginan mereka.
  • Kegelisahan dan aspirasi mereka.
  • Dan apa kebutuhan mereka?

3. Perencanaan Konten

Melalui pemetaan target, kita sudah memiliki sedikit gambaran mengenai konten seperti apa yang harus kita buat. Matangkan hal itu dengan langkah ketiga ini, yaitu menggagas dan merencanakan konten dimulai dari menentukan tema, format konten, sampai dengan narasinya seperti apa.

Terkait tema, cobalah mencari sebuah tema yang relate dengan kehidupan audiens. Ini penting untuk mendapatkan atensi dari pembaca di tengah era ‘digital yang sebar too much’ seperti sekarang ini. Kedua bagun narasi yang menjadi penghubung antara karakter dan brand kamu.

Terkait format, kamu bisa memilih beberapa hal seperti buletin, siaparan press, artikel menarik, case study, sampai dengan e-book. Selain itu kamu juga bisa membuat konten dengan visual yang lebih menarik seperti infografis, games, komik, film pendek, sampai dengan tayangan presentasi.

4. Menciptakan Konten

Serangkaian tahap yang sudah kita lakukan tadi pada akhirnya berujung pada penciptaan konten, meskipun ini bukan akhir, namun ini adalah salah satu bagian krusial. Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam content marketing, pembuatan konten bukanlah project yang ada masa awal dan akhirnya. Its scope goes beyond that.

Kamu harus membuat konten secara berkelanjutan, pada tahap ini konssitensimu ditantang habis-habisan. Dan jika hal ini sangat sulit untuk dilakukan, kamu bisa mempertimbangkan konten dari pihak eksternal, seperti jawarakonten yang lebih fokus pada pembuatan konten berupa artikel.

Alternatif lain yang juga patut untuk kamu perhatikan adalah bekerjasama dengan pihak ketiga, dalam hal ini brand kamu menjadi sponsor. Sudah banyak pihak yang juga melakukan pendekatan yang seperti ini. Beberapa hal yang harus kamu perhatikan adalah:

  • Konten Kreator: pilihannya menggunakan internal team atau agensi seperti jawarakonten.
  • Editorial plan, bagaimana jadwal pembuatan konten tersebut.

5. Pendistribusian Konten

Selanjutnya adalah bagian distribusi yang harus kita pastikan dapat berjalan sesuai dengan ekspektasi. Ini penting untuk memastikan bahwa konten yang kita buat dengan anggaran yang tidak sedikit bisa dijangkau oleh audiens.

Tidak hanya memanfaatkan saluran digital, kita juga memanfaatkan saluran traditional lain yang sebelumnya sudah biasa dilakukan oleh banyak pihak. Beberapa saluran yang bisa digunakan untuk mendistribusikan konten adalah:

  • Media milik seperusahaan seperti website perusahaan, event perusahaan, komunitas online yang dikelola perusahaan, akun media sosial, list email yang dimiliki, dan sebagainya.
  • Media berbayar seperti ikan (baik iklan traditional atau digital), advertorial, placement, dan sebagainya.
  • Ataupun dapat melakukan distribusi konten melalui media yang diperoleh secara gratis seperti peliputan dari media masa atau informasi yang tersebar dari mulut ke mulut. Untuk hal ini, kita harus memastikan bahwa konten yang kita buat memiliki analisa yang mendalam.

6. Penguatan Konten

Distribusi bukan langkah akhir, untuk memastikan bahwa merek mendapatkan benefit maksimal dari konten marketing, kita harus melakukan tiga langkah lagi, dan yang keenam adalah penguatan konten.

Kita mundur ke bagian distribusi tadi, jika pada langkah itu konten yang kita buat berhasil menjangkau orang-orang penting yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang (influencer), maka ada kemungkinan konten yang kita buat sudah sangat berhasil.

Untuk mendapatkan hal seperti ini memang tidak mudah, kualitas konten yang bagus saja belum cukup untuk membuat mereka mau membagikan. Dan kuncinya adalah pada komunikasi atau percakapan mengenai sebuah konten dengan orang-orang diatas.

Kita juga harus menyakinkan bahwa konten tersebut mampu mempertahankan reputasinya, atau bahkan memperbaiki reputasinya jika menyebarkan konten tersebut.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam penguatan konten adalah:

  • Membuat percakapan tentang konten.
  • Menggunakan jasa buzzer dan influencer.

7. Evaluasi

Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi strategi pemasaran konten yang sudah kita lakukan tadi, ini adalah tahap pasca distribusi yang tak kalah penting untuk mendapatkan perbaikan dari apa yang sudah kita lakukan. Ini adalah langkah untuk mengukur keberhasilan dari strategi dan teknik yang sudah kita lakukan.

Untuk bagian strategi, kita bisa melihat apakah pemasaran konten yang kita lakukan sudah bisa menyetuh tujuan yang kita tetapkan diawal?

Sedangkan terkait teknik, kita bisa mengevaluasi bagian matrik kunci dari pemasaran ini, yaitu format konten dan juga saluran distribusi yang kita pilih. Dalam evaluasi ini kita sudah mengeliminasi kualitas konten ya, jadi kita anggap kualitas konten sudah maksimal.

8. Perbaikan

Setelah evaluasi, kita memiliki beberapa PR yang bisa kita implementasikan pada strategi content marketing yang akan datang. Ada beberapa hal yang harus kita pahami lebih dalam terkait perbaikan, agar keputusan yang kita ambil benar-benar akurat dan tidak bias.

Pertama kita harus memahami bahwa pemasaran konten bersifat dinamis, maka penting bagi kita untuk melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengubah strategi atau tetap menggunakan strategi yang sama. Ini mencakup tema baru, format baru, sampai dengan saluran distribusi baru.

Kedua, kita juga harus memahami bahwa pemasaran konten adalah bagian yang membutuhkan waktu untuk sampai pada tujuannya. Artinya, hasil yang kita dapatkan munking butuh waktu.

Disinilah letak tantangannya, meskipun pemasaran konten sangat akuntable, dalam artian konten yang telah dibuat bisa dilacak melalui beberapa matrik seperti CTR, Page view, sampai pengguna unik. Namun ini adalah strategi yang berjalan sangat dinamis dan hasilnya tidak instant. Kadang hal ini membuat pemasar dilema untuk menentukan apakah sudah berhasil atau sebaliknya.

Contoh Implementasi Content Marketing 3 Brand Ternama

Ingin mengetahui contoh content marketing yang lebih dalam terkait strategi yang sudah kami jabarkan? silahkan simak hasil analisa kami dari 3 brand ternama indonesia.

Sebelumnya kami ingin memberikan disclaimer terlebih dahulu, bahwa Jawarakonten bukanlah pihak yang bermain dibalik seluruh konten website yang kami jadikan contoh. Kami hanya mencoba melihat secara lebih dalam, apa maksud dan tujuan marketing mereka dari informasi konten yang ada di website mereka.

1. Loop.co.id

website telkomsel

Loop.co.id adalah sebuah website yang dibangun oleh Telkomsel dan seperti yang kita tahu, Loop adalah satu anak perusahaan dari Telkom Group yang beberapa paket unggulannya didominasi oleh paket intenet seperti paket internet harian, mingguan, bulanan, dan masih banyak lagi lainnya.

Dari halaman awalnya saja sudah bisa kita tebak bahwa website Loop.co.id ini menargetkan anak muda untuk menjadi pelanggan setianya dan ini menarik. Sebab, jika kita tarik kebelakang, hal tersebut sangat kontra dengan brand image Telkomsel yang dulu dikenal sebagai brand yang umumnya digunakan oleh orang tua dan kalangan level menengah ke atas saja.

Sepertinya, berbagai campaign yang mereka lakukan (tentunya tidak hanya melalui website ini saja) cukup berhasil, mengingat kini Telkomsel banyak diminati oleh berbagai kalangan, khususnya anak muda.

Strategi content marketing yang dilakukan Loop.co.id, tidak hanya menyajikan banyak konten kekinian seperti Artikel, Pop Quiz, Cerpen, Edugrafis, dan juga Komik Strip saja, tetapi juga dengan memperhatikan SEO.

Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya trafik yang mereka dapatkan dari konten artikel, dimana pada 13 Januari  topik yang mengundang paling banyak trafik adalah 5 Youtubers Gaming Indonesia yang Harus Kamu Subscribe Channel Youtube-nya”, “Mau Tahu Cantiknya Korea yang Alami Tanpa Operasi Plastik? Cek Foto-Foto Artis Ini!, dan juga  Suka Nonton Drakor? Ini 7 Situs Terbaik untuk Download Drama Favoritmu!”.

Ketiga judul konten artikel tersebut adalah topik yang dekat dengan produk yang mereka jual, yakni paket internet. Loop pun pada akhir artikel juga mempromosikan produknya kepada para pembacanya.

2. Softex Indonesia

softex indonesia

Jika kamu saat ini sedang mencari inspirasi terkait strategi content marketing, coba deh kamu lihat konten-konten Softex Indonesia melalui website happifyourworld.com . FYI, pada tahun 2019 kemarin Softex Indonesia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan sebagai salah satu brand terbaik dalam kategori The Content Marketing Implementation of The Years.

Tentu kamu sudah tidak asing dengan brand satu ini. Softex Indonesia adalah salah satu merek dikategori Personal Care yang cukup populer dikalangan wanita sejak lama. Maka tak heran  mereka sangat piawai dalam meracik content marketing yamg menarik.

Jika Loop.co.id menargetkan anak muda sebagai audiensnya, happifyourworld.com juga menargetkan yang sama, hanya saja lebih condong kepada kaum wanita. Sebab, sebagain besar produknya memang didedikasikan untuk wanita.

Tidak hanya menghasilkan konten artikel yang dekat dengan produknya, seperti period and mood booster tips, Softex Indonesia melalui happifyourworld.com juga menghadirkan tema lain seperti Fashion, Gaya Hidup sampai dengan hubungan asmara yang memang dekat dengan kehidupan para wanita muda.

Dari setiap naskah yang mereka hadirkan, Softex Indonesia terlihat seperti tidak terlalu tertarik untuk melakukan promosi. Website mereka seolah pure hanya membagikan informasi dan hiburan yang dibutuhkan oleh target market semata, tapi tetap berhasil meraih penghargaan content marketing. Hal ini menjadi bukti lain dari keberhasilan pendekatan soft selling.

3. Traveloka

blog traveloka

Siapa yang tidak kenal dengan Traveloka? Salah satu perusahaan yang berfokus pada pemesanan tiket pesawat dan kebutuhan lainnya ini memang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang sering traveling.

Semua informasi yang dibutuhkan terkait traveling tersedia lengkap di website-nya, traveloka.com . Sekitar beberapa tahun lalu, mereka juga menghadirkan layanan rental mobil yang menggandeng beberapa usaha rental lokal lewat laman website-nya.

Hal ini sempat membuat beberapa usaha rental lokal saat itu kelimpungan, karena bagaimanapun Traveloka sudah memiliki domain authority (DA) yang bagus, jadi tentu saja sangat mudah bagi traveloka untuk memenangkan persaingan di SERP (Search Engine Results Pages).

Selain gencar melakukan campaign di berbagai platform, Traveloka juga menjadikan SEO Channel sebagai salah satu strateginya. Strategi ini bisa dibilang berjalan sangat mulus dan bersaing ketat dengan tiket.com.

Sebagian besar konten artikel yang mereka sajikan didominasi oleh tema yang yang berhubungan dengan produk mereka seperti traveling dan juga paket data. Salah satu contohnya adalah artikel yang berjudul “Cara Transfer Pulsa Telkomsel” yang mana artikel ini telah mendapatkan snipset dari Google.

snipset google

Tidak berbeda jauh dari perusahaan lain, Traveloka selalu menghadirkan konten informatif yang disisipi dengan layanan yang relevan dengan produk mereka, seperti contoh artikel yang disebutkan di atas misalnya. Traveloka menempatkan informasi bagaimana membeli pulsa di Traveloka pada tengah artikel tersebut.

Itulah ulasan 3 brand ternama dengan strategi content marketing yang dapat kita jadikan inspirasi untuk dijalankan. Masing-masing tentu memiliki kekhasan strategi sendiri, dimana Telkomsel melakukan berbagai pendekatan pada konten untuk melakukan rebranding produknya, Softex Indonesia menghadirkan konten-konten berkarakter untuk menjangkau konsumen, dan Traveloka lebih memanfaatkan SEO Channel untuk menghadirkan konten yang dibutuhkan pengguna.

Jadi, strategi content marketing mana yang akan kamu pilih untuk memaksimalkan brand kamu? Sebagai tahap awal, silahkan pejarai bagaimana cara riset keyword jawarakonten.com/riset-keyword

Penyedia layanan dan produk terkait digital marketing, utamanya pasa jasa penulisan artikel untuk strategi content marketing.

View Comments

  • madunmadun

    Author Balas

    bahasannya keren. simpel dan mudah dipahamin. relate banget pilihan kata-katanya. makasiii miminn


  • AugustinaAugustina

    Author Balas

    Wow para panutanku kolab


Next Post