Artikel dalam Bahasa Jawa  kini semakin banyak dicari. Bukan tanpa sebab, sebagai bahasa daerah terbanyak digunakan di Indonesia, membuat Bahasa Jawa  juga kerap digunakan untuk membuat artikel, terutama untuk mulok pelajaran di sekolah. Selain itu, dari layanan jasa artikel SEO membuat kami juga tahu bahwa tidak sedikit website yang juga fokus membuat artikel dalam bahasa Jawa.

Dalam pengucapan maupun penulisan, Bahasa Jawa  memiliki beberapa tingkatan, yaitu bahasa ngoko, bahasa madya, hingga bahasa krama. Namun semuanya, memiliki struktur yang serupa. Seperti apa struktur artikel Bahasa Jawa  yang benar? cari tahu selengkapnya di pembahasan berikut, ya!

Pengertian Artikel dalam Bahasa Jawa

Sebelum mengetahui lebih lanjut seperti apa struktur artikel Bahasa Jawa , sebaiknya ketahui dulu apa itu artikel. Dalam Bahasa Jawa , artikel diartikan sebagai karangan nyata dawa sing jangkep. Artikel digawe kangge disebarake nang buletin, koran (ariwati), majalah, internet, lan sapanunggalane.

Struktur Artikel Bahasa Jawa  yang Perlu Kamu Tahu

Tidak bisa sembarangan dibuat, artikel Bahasa Jawa  juga memerlukan struktur yang baik supaya bisa dipahami dengan mudah. Berikut susunan struktur artikel Bahasa Jawa  yang perlu kamu terapkan dalam tulisan Bahasa Jawa mu:

1. Head (judul artikel)

Judul, atau irah-irahan (dalam Bahasa Jawa ) merupakan struktur artikel yang sangat penting. Pasalnya judul adalah kalimat yang akan pertama kali dilihat oleh pembaca. Itulah mengapa bagian judul ini perlu dibuat semenarik mungkin. Selain menarik, judul juga perlu mengandung keseluruhan isi artikel. 

Tak sedikit penulis yang memutuskan untuk membuat judul setelah konten selesai. itu karena menentukan judul termasuk dalam pekerjaan yang tidak mudah. Judul merupakan umpan cukup penting yang digunakan untuk memengaruhi keputusan pembaca. Jadi wajar jika dalam membuatnya tidak bisa sembarangan, termasuk untuk artikel yang ditulis dalam Bahasa Jawa.

Baca Juga: Mengetahui Perbedaan Pantun dan Syair 

Umumnya, untuk artikel Bahasa Jawa  yang akan diterbitkan pada website, judul juga perlu mengandung keyword atau kata kunci yang menjadi target. Terakhir, unsur yang kadang dibutuhkan dalam judul ialah call to action, untuk menarik perhatian pembaca. Meskipun banyak unsur yang diperlukan dalam pembuatan judul, Anda harus menghindari penggunaan jumlah kata yang terlalu panjang.

2. Lead (Pembukaan)

Struktur artikel yang kedua setelah judul ialah lead atau pembukaan. Sesuai namanya, lead memiliki fungsi sebagai pembukaan atau pembahasan dasar sebelum masuk ke bagian informasi penting yang ingin disampaikan.  

Biasanya, lead terletak pada paragraf pertama artikel yang bisa berisi uraian narasi, rangkaian peristiwa aktual, pernyataan, hingga kutipan. Jika artikel bersifat lebih santai atau non formal, bagian lead juga bisa diberi kalimat sapaan atau kalimat tanya kepada pembaca. Tujuannya untuk menarik pembaca agar mau membaca hingga bagian inti artikel. 

Ada dua teknik yang bisa digunakan dalam penulisan lead, yaitu induktif dan deduktif. Teknik induktif digunakan dengan cara memulai menulis pembukaan dengan hal khusus, baru kemudian mendeskripsikan hal yang bersifat umum. Berbeda dengan pembukaan yang menggunakan teknik deduktif, penulisan dimulai dengan hal yang umum, misalnya narasi singkat, atau kalimat tanya disertai jawaban.

Lalu, kapan biasanya kedua teknik ini digunakan? Umumnya, lead dengan teknik induktif digunakan untuk artikel yang memiliki pembahasan singkat. Sedangkan lead deduktif digunakan untuk artikel dengan pembahasan panjang dan jumlah kata yang cukup banyak. 

3. Bridge (Leher artikel)

Struktur artikel selanjutnya ialah leher artikel, atau biasa disebut juga bridge (jembatan). Bridge berisi satu uraian yang menjadi penghubung antara lead dengan inti artikel. Ada juga yang mengisi bridge dengan mengaitkan permasalahan satu dengan yang lain.

Baca Juga: Contoh Biografi Penulis yang Bagus dan Menarik

Sama seperti bagian yang lain, bridge artikel perlu dibuat dengan baik. Jika tidak, boleh jadi pembaca akan langsung pegi tanpa membaca inti tulisan. Hal seperti ini akan mengakibatkan bounce rate (istilah ketika pembaca memilih untuk meninggalkan website) pada artikel Bahasa Jawa mu.

4.  Body (Isi Artikel)

Struktur artikel Bahasa Jawa  paling inti terletak pada body artikel. Bagian inilah yang berisi penjelasan pokok dari informasi yang akan disampaikan. Penjelasan yang diberikan detail, namun tetap tidak boleh keluar dari topik yang akan dibahas.

Kualitas artikel Bahasa Jawa  yang ditulis dapat diketahui dengan durasi membaca oleh pengunjung website. Tentunya hal itu tidak lepas dari peran body artikel. Karena itu, penting untuk membuat isi artikel yang rinci, deep, dan enak dibaca.

5. Ekor (Penutup)

Ekor atau penutup merupakan struktur artikel Bahasa Jawa  yang terakhir. Pada bagian ekor ini terdapat kesimpulan atas permasalahan atau informasi yang telah diuraikan. Seperti halnya struktur yang lain, bagian ekor ini juga harus menggugah. Jika lead dimaksudkan untuk mendorong pembaca agar tertarik, maka ekor bertujuan untuk membuat pembaca merasa terkesan. Tak jarang pula pada bagian ini ditambahkan ajakan, saran, harapan, kata-kata mutiara, dan harapan.

Baca Juga: 12 Penulis Best Seller Paling Terkenal di Indonesia

Struktur artikel Bahasa Jawa  di atas bisa kamu terapkan untuk segala jenis artikel. Semuanya memiliki peranan penting dalam sebuah penulisan artikel, jadi buat semua bagian semenarik mungkin, ya! Tapi tetap, harus mengikuti kaidah penulisan yang berlaku. Oh ya, jika kamu membutuhkan jasa artikel SEO untuk membantumu membuat artikel yang ramah search enggine, kamu bisa menghubungi Jawarakonten. Semoga bermanfaat!

There are currently no comments.