Digital Marketing

7 Tren Content Marketing di Tahun 2021


Ucapkan Selamat tinggal 2020! Welcome 2021! 

Jika dilihat kembali, perkembangan bisnis dan cara pemasaran di sepanjang tahun 2020 ini begitu berbeda. Penyebaran COVID-19 memukul telak dunia bisnis, yang akhirnya dituntut untuk melakukan pemasaran dengan cara berbeda agar bisnis dapat terus bertahan. Keadaan ini pun membuat prediksi marketing di tahun setelahnya menjadi abu-abu. Namun, satu hal yang pasti, digital marketing akan terus berperan besar untuk kelangsungan bisnis.

Seperti yang dikatakan oleh Lee Odden, seorang Marketing Strategist bahwa, “Content is the reason search began in the first place”. Secara eksplisit, kutipan tersebut menyebutkan bahwa konten merupakan alasan utama bagaimana bisnis bisa dicari dan muncul sebagai prioritas (di tempat pertama).  Itulah mengapa, konten marketing menjadi sangat penting dan perlu dipikirkan dengan matang. Jika kamu ingin bekerjasama dengan pihak eksternal seperti jasa penulisan artikel, pastikan mereka menguasai apa yang akan sedang mereka kerjakan, salah satunya jawarakonten.

7 Tren Content Marketing 2021

Untuk memudahkan dalam membuat strategi marketing yang matang di tahun 2021, berikut tren content marketing yang perlu Anda ketahui:

1. Memanfaatkan konten video

TikTok dan instagram story merupakan dua jenis konten video popular yang kini sering digunakan. Tidak heran jika keduanya masuk dalam jajaran tren content marketing 2021 yang wajib diperhitungkan. Pada tahun 2021, diproyeksikan bahwa pengguna sosial media akan menghabiskan hingga lebih dari 100 menit per hari untuk menonton konten video.

Tak hanya itu, beberapa data juga menyebutkan bahwa video mampu menghasilkan ROI yang positif. Namun, durasi dari video juga perlu disesuaikan. Sebab, setiap platform memiliki durasi video optimal yang berbeda. Misalnya untuk patform facebook, agoritma menilai video dengan durasi lebih dari 3 menit memiliki engagement yang baik, berbeda dengan instagram story dan TikTok yang memiiki durasi optimal yang lebih pendek. 

Kabar baiknya, Anda tidak perlu membuat video berulang kali untuk setia platform. Gunakan 1 konsep video, dan buat untuk beberapa platform sekaligus. Misalnya, video untuk platform facebook yang berdurasi paling lama, dipangkas menjadi lebih pendek untuk diposting ulang pada instagram story, IgTV, dan TikTok.

Tak hanya itu, video siaran langsung juga diperkirakan akan terus menjadi tren content marketing di tahun 2021 ini. Hal ini disebabkan, pengguna lebih tertarik dengan konten yang bergerak. Nah, jika content video belum ada dalam list pemasaran Anda, saatnya manfaat sebaik mungkin dari sekarang!

2. Menyajikan konten kaya infomasi dan “original”

Konten informatif dan unik merupakan tren konten marketing yang wajib dipenuhi. Pasalnya, ratusan bahkan ribuan konten terupdate setiap hari dengan judul yang serupa. Nah, untuk bisa bersaing dalam mesin pencarian Google, harus memerhatikan algoritma perubahannya. Saat ini dan diprediksi hingga tahun 2021, Google akan lebih menghargai situs web dengan konten berkualitas dan adanya pengalaman positif pengguna. Sumber [1]

Disarankan untuk membuat struktur website yang mengelompokkan konten berdasarkan topik dan ditautkan ke berbagai sumber untuk membuatnya menjadi lebih kredibel. Pastikan semua informasi yang diinginkan oleh pengguna tercantum di dalamnya, tentunya juga dengan mengoptimalkan target keyword untuk SEO. Konten berkualitas dan original akan sangat membantu untuk bisa mendapatkan peringkat pencarian yang tinggi.

Sebagai tambahan, gunakan backlink yang bisa membuat situs Anda terikat dengan situs web terpercaya. Dengan begitu, Google akan menganggap konten Anda krebidel, dan meningkatkan value dari situs yang Anda kelola.

3. Memiliki tujuan sosial atau lingkungan

Poin ini sebenarnya bukan termasuk dalam tren marketing yang baru. Namun, namun popularitasnya semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jejeran brand ternama dunia seperti Amazon, Ben & Jerry’s, dan Patagonia, hingga brand nasional seperti Unilever telah melakukan tren ini.

Mengapa? Sebab, saat ini semakin banyak orang yang ingin bertransaksi dengan bisnis atau usaha yang memiliki kepedulian kepada sesama, atau lingkungan. Merek yang telah memasukkan tujuan kepedulian sosial dan lingkungan sebagai salah satu strategi marketingnya cenderung lebih dilirik dan mempunya nilai yang lebih. Terutama jika target market Anda adalah Millenial dan Gen Z yang umumnya lebih terbuka pada tujuan tersebut.

Anda bisa mendonasikan sebagian hasil penjualan kepada mereka yang membutuhkan, bisa pula dengan berkolaborasi dengan merek lain yang mempunyai tujuan yang sama. Jika memungkinkan, buat produk yang lebih ramah lingkungan atau bisa pula mengkampanyekan konten yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Content marketing yang lekat kaitannya dengan kepedulian sosial dan lingkungan tersebut bisa membuat merek Anda lebih dikenal dan memiliki citra positif.

4. Aktif secara virtual

Sejak awal tahun 2020, COVID-19 seakan membuat dunia terhenti. Di tengah banyaknya pertemuan besar yang harus dilakukan membuat perusahaan perlu aktif secara virtual. Bahkan beberapa pemimpin perusahaan juga berencana mengizinkan karyawan untuk WFH setelah pandemi mereda.

Perusahaan perlu membuat semua tim tetap terhubung pada berbagai proyek, caranya dengan menggunakan program Slack atau Microsoft Teams, dan atur alur kerja menggunakan Trello atau Asana. Jika ada meeting, bisa menggunakan aplikasi Zoom. Intinya adalah membuat komunikasi tetap lancar dan alur kerja tetap rapi, meskipun tidak sedang berada dalam satu tempat.

Dan yang tidak kalah penting ialah jangan ragu untuk menyelenggarakan acara berbasis virtual. Tidak hanya semasa pandemi, acara virtual dinilai akan terus menjadi tren content marketing 2021. Sebab, kebiasaan orang juga sudah mulai bergeser, ingin sesuatu yang lebih praktis dan bisa dilakukan di mana saja.

Beberapa acara virtual yang bisa digencarkan ialah webinar, podcast, instagram live, facebook live, hingga e-commerce live. Tren marketing ini pun bisa menjadi komunikasi dua arah yang baik, antara perusahaan dengan pelanggan.

5. Membangun komunitas konten

Munculnya komunitas Slack semasa pandemi yang berfokus pada pemasaran membuatnya terus menjadi tren tren content  marketing yang wajib dicoba. Jadi, komunitas ini secara khusus dibuat untuk terhubung dengan profesional lain dan pengguna, kemudian saling sharing dan berbagi seputar studi kasus, acara, referensi, hingga tips dan tata cara.

Komunitas tidak hanya ada dalam satu bidang, namun banyak pilihan seperti desainer UI/UX, animasUI, desainer, sketsa, developer, fotografer, hingga manajerial produk. Dengan begitu, marketer bisa belajar banyak hal serta memperluas jangkauan, meskipun dengan sumber daya yang terbatas.

Menurut Lauren Pope, Manager Content Marketing G2, mengatakan bahwa “adanya tren Komunitas Konten ini akan membuat setiap tim konten akan mencapai kecepatan puncak, dan penulis dapat membuat konten secara maksimal tanpa mengorbankan kualitas”. Jangkauan yang luas sangat bagus untuk membangun brand awareness, menumbuhkan rasa kebersamaan dan keterlibatan dengan pengguna atau audiens.

6. Fokus pada produk dan layanan

Para pakar content marketer mengindikasi tren content marketing 2021 yang berfokus pada produk dan layanan. Sebab, pandemi membuat sumber daya semakin terbatas dan banyak bisnis yang berusaha untuk tetap menghemat dan memaksimalkan sumber daya yang ada. Karena itulah, fokus pada konversi konten ke penjualan sangat diperlukan.

Menurut Lauren, perusahaan G2 sudah mempraktikan fokus kualitas konten yang berkaitan dengan produk dan layanan. “Baru-baru ini kami lebih menekankan pada pembuata konten yang terkait langsung dengan peluncuran produk baru, integrasi pengguna, dan banya lagi. Hal ini memudahkan konversi dari content marketing pada pendapatan secara langsung”.

7. Marketing dengan berdialog secara langsung

Teknik marketing yang dilakukan dengan berdialog atau membuat percakapan secara langsung dapat membuat pelanggan memiliki pelanggan yang luar biasa. Alih-alih mengirimkan email atau meminta formulir feedback kepuasan pelanggan, tren berkomunikasi secara langsung menggunakan chatbot dinilai lebih bisa memberikan impact.

Pengalaman tersebut membuat pelanggan seperti sedang berbincang atau bertukar informasi dengan teman. Tak hanya itu, pelanggan akan lebih menyukai gagasan yang disampaikan secara langsung dan cepat, dibandingkan dengan email. Strategi content marketing yang satu ini dinilai masuk dalam jajaran strategi pemasaran dalam lingkup digital.

Ingin meraih kesuksesan pemasaran yang lebih baik untuk tahun 2021? Maka, tidak ada salahnya mencoba 7 tren content marketing 2021 di atas! ingat bahwa tujuan content marketing adalah customer-centric, agar konsumen lebih tertarik berinteraksi dengan brand Anda. Karena itu, rencanakan content marketing 2021 Anda sebaik mungkin dari sekarang! Semoga bermanfaat dan berhasil, ya!

Digital Marketing
Cara Memilih Influencer atau Key Opinion Leader
Digital Marketing
Tips & Cara Membuat Video Company Profile Kreatif
Digital Marketing
Pengertian dan Manfaat Online Presence Bagi Sebuah Bisnis di Era Digital