Industri makanan terus mengalami peningkatan yang sangat menjanjikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Pada 2018 Pemerintah merilis data bahwa industri makanan dan minuman telah menyumbang 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Bahkan, Kementerian Perindustrian juga merilis data investasi pada industri makanan dan minuman mencapai Rp 56 Triliun. Sedangkan Industri Kecil Menengah Indonesia telah menyumbangkan 40% PDB secara keseluruhan.

Pemerintah juga telah membuat program sepuluh destinasi wisata yang lebih pro terhadap Industri Kecil Menengah, seperti rencana untuk Borobudur dan Mandalika. Ini merupakan kesempatan besar bagi wirausawan muda Indonesia yang ingin melakoni industri makanan.

Selain pasar lokal yang menunjukan geliat positif, dalam pagelaran tahunan Trade Expo Indonesia tahun 2019 ini beberapa UKM yang bergerak dibidang makanan juga mampu meraih prestasi luar biasa dengan menandatangi kontrak dengan perusahaan luar negri, salah satunya adalah Dailygreen Agro yang bergerak dalam importir sayur dan buah.

Data-data diatas menujukan bahwa industri dibidang makanan yang ada di Indonesia memiliki kesempatan yang cukup besar, tidak hanya untuk pasar lokal, namun hal ini juga berlaku untuk pasar international.

 

Hambatan UKM Lokal untuk Bertumbuh

makanan khas Indonesia

Meskipun sejumlah jalan sudah terbuka lebar, nyatanya beberapa sektor bisnis UKM di Indonesia masih mengalami beberapa masalah, salah satunya adalah masalah pendanaan.

Mendapatkan kredit atau pinjaman dari bank tidaklah mudah, proses yang dilalui pun rumit dan panjang. Masalah ini akhirnya langsung ditangani oleh pemerintah dengan membuat berbagai program pengembangan UMKM, termasuk melonggarkan syarat pinjaman ke bank yang dijamin oleh pemerintah.

Namun, masalah tidak berhenti disini. Nilai kredit yang terlalu rendah mengakibatkan pelaku usaha mengalami keterbatasan dalam pengembangan usahanya.

Dengan kredit dari program pemerintah yang hanya senilai 5-15 juta sangatlah menyulitkan pelaku usaha untuk merintis usaha dari bawah. Padahal, umumnya pengusaha muda tidak memiliki aset yang besar, bahkan banyak yang memulai dari zero assets alias 0.

Kedepan, masalah-masalah seperti ini harus mendapatkan penanganan khusus, tidak hanya dari pemerintah, namun juga dari generasi mudanya sendiri dengan memberikan terobosan dalam masalah pendanaan. Sembari menunggu solusi dari masalah diatas, pengajuan proposal menurut kami masih menjadi salah satu alternatif ideal untuk menangangi kesulitan modal dikalangan wirausawan muda ini.

 

META

Judul : Geliat Usaha Makanan Indonesia dan Segala Tantangannya

Deskripsi : Melihat pertumbuhan usaha kecil menengah dibidang makanan Indonesia yang terus menunjukan performa positif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website *